GemaWarta – 14 Mei 2026 | Persib Bandung mendapat hukuman berat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akibat kerusuhan yang terjadi pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions Asia 2 melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Februari lalu.
Tak hanya diganjar denda fantastis sebesar Rp3,5 miliar, Maung Bandung juga harus menerima hukuman bermain tanpa penonton pada kompetisi AFC berikutnya.
Dalam rilis resmi AFC, Persib dijatuhi denda sebesar 200 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,5 miliar. Selain itu, klub kebanggaan Bobotoh tersebut diwajibkan menjalani dua pertandingan kandang tanpa kehadiran suporter.
AFC menilai terjadi banyak pelanggaran serius selama pertandingan berlangsung, seperti penyalakan flare dan kembang api di tribun, pelemparan benda ke lapangan, perusakan fasilitas stadion, dan tindakan intimidasi kepada tim lawan serta perangkat pertandingan.
Pelanggaran tersebut dinilai melanggar Pasal 64 dan 65 Regulasi Komite Disiplin dan Etik AFC, serta Pasal 35 Regulasi Keselamatan dan Keamanan AFC.
AFC juga menyoroti kondisi stadion yang dinilai tidak memenuhi standar keamanan. Beberapa akses umum seperti lorong, tangga, hingga jalur evakuasi disebut terhalang oleh penonton sehingga berpotensi mengganggu keselamatan.
Keputusan ini menjadi peringatan keras bagi manajemen klub dan basis suporter di Indonesia agar lebih memperketat pengamanan dan menjaga sportivitas, terutama dalam ajang bergengsi berskala internasional.
Hukuman yang dijatuhkan AFC ini tentu akan menjadi pelajaran berharga bagi Persib Bandung dan klub-klub lainnya di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan dalam pertandingan sepak bola.











