GemaWarta – 07 Juli 2026 | Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengambil langkah tegas terhadap pernyataan bernada rasis yang dilontarkan oleh Senator Paraguay, Celeste Amarilla, kepada kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe. Insiden tersebut terjadi setelah pertandingan Prancis melawan Paraguay di Piala Dunia 2026.
Amarilla melontarkan komentar yang menyerang Mbappe secara pribadi, termasuk menghina asal-usul dan identitasnya. Pernyataan tersebut langsung menuai kecaman karena dinilai mengandung unsur rasisme. Mbappe memilih tidak tinggal diam dan menyampaikan balasan yang tegas kepada Amarilla melalui akun media sosialnya.
Pemerintah Paraguay secara resmi menyatakan tidak bertanggung jawab atas pernyataan Senator Amarilla dan mengecam pernyataan tersebut. Mereka juga menyatakan solidaritasnya kepada Mbappe dan rakyat Prancis. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengumumkan akan mengajukan pengaduan ke Kejaksaan Agung untuk memulai proses hukum.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan dukungannya kepada Mbappe dan seluruh tim nasional Prancis. Ketua Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo, menggambarkan pernyataan tersebut sebagai “kriminal dan tidak pantas”. Menteri Olahraga Marina Ferrari menyebut serangan tersebut “keji” dan “tidak pantas”.
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Prancis juga mengajukan banding kepada FIFA terkait kartu kuning Michael Olise menjelang babak perempat final Piala Dunia 2026. Langkah tersebut muncul tidak lama setelah FIFA memutuskan menangguhkan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Kartu kuning Olise diterima saat Timnas Prancis menghadapi Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Insiden terjadi pada masa tambahan waktu ketika pemain Bayern Muenchen tersebut terlibat adu mulut dengan Matias Galarza. Federasi menilai keputusan itu layak ditinjau kembali setelah FIFA menggunakan Pasal 27 Kode Disiplin untuk menangguhkan hukuman Balogun.
Kesimpulan, kasus ini menunjukkan bahwa federasi sepak bola Prancis sangat serius dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan rasisme dan diskriminasi. Mereka tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi pemain dan tim mereka.











