GemaWarta – 22 Juni 2026 | Pemain sepak bola Afrika terus menunjukkan kemampuan luar biasa di ajang Piala Dunia, tetapi sayangnya, banyak di antara mereka yang memilih untuk tidak mewakili negara asalnya. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, termasuk organisasi yang lebih baik, rasa hormat, dan jalur karir yang lebih cerah di negara-negara Eropa.
Contohnya, pemain seperti Marcel Desailly, Zinedine Zidane, Lilian Thuram, dan Thierry Henry, yang merupakan bagian dari tim Prancis yang memenangkan Piala Dunia 1998, memiliki akar di Afrika dan Karibia. Kemudian, di Piala Dunia 2018, Prancis kembali memenangkan trofi dengan skuad yang mayoritas memiliki latar belakang imigran, termasuk Adil Rami, Presnel Kimpembe, Raphaël Varane, Samuel Umtiti, Paul Pogba, Benjamin Mendy, Blaise Matuidi, N’Golo Kanté, Steve Nzonzi, Nabil Fekir, Ousmane Dembélé, dan Kylian Mbappé.
Meskipun banyak pemain Afrika yang bermain untuk tim-tim Eropa, tim-tim Afrika sendiri masih mengalami kesulitan di Piala Dunia. Di Piala Dunia 2018, tidak satu pun tim Afrika yang berhasil lolos ke babak 16 besar. Ironisnya, skuad Prancis yang banyak disebut sebagai “Africa FC” karena komposisi pemainnya, berhasil memenangkan turnamen tersebut.
Salah satu contoh pemain yang memilih untuk tidak mewakili negara asalnya adalah Kobie Mainoo, gelandang Manchester United yang lahir di Stockport dari orang tua Ghana. Ia memilih untuk bermain untuk Inggris, yang menyebabkan kekecewaan bagi Asosiasi Sepak Bola Ghana.
Di sisi lain, tim-tim Afrika seperti Pantai Gading dan Jerman telah bertanding di Piala Dunia 2026. Pertandingan antara Jerman dan Pantai Gading berakhir dengan skor 2-1 untuk Jerman, yang memastikan mereka lolos ke babak knockout. Sementara itu, Pantai Gading masih memiliki peluang untuk lolos, tetapi mereka harus menghadapi Curaçao di pertandingan terakhir grup.
Pertandingan lainnya, seperti Ecuador vs Curaçao, berakhir dengan skor 0-0. Kedua tim masih memiliki peluang untuk lolos, tetapi mereka harus menghadapi lawan-lawan yang tangguh di pertandingan terakhir grup.
Dalam beberapa hari terakhir, Piala Dunia 2026 telah menyajikan banyak pertandingan sengit dan menarik. Tim-tim besar seperti Jerman, Prancis, dan Brasil telah menunjukkan kemampuan mereka, sementara tim-tim kecil seperti Curaçao dan Pantai Gading telah memberikan perlawanan yang tangguh.
Kesimpulan dari pertandingan-pertandingan ini adalah bahwa Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar bagi semua tim. Tim-tim besar harus waspada terhadap lawan-lawan yang tidak terduga, sementara tim-tim kecil harus terus berjuang untuk mencapai impian mereka.











