Ekonomi

Dollar Stabil Setelah Kekhawatiran Eskalasi Konflik di Timur Tengah Menurun

×

Dollar Stabil Setelah Kekhawatiran Eskalasi Konflik di Timur Tengah Menurun

Share this article
Dollar Stabil Setelah Kekhawatiran Eskalasi Konflik di Timur Tengah Menurun
Dollar Stabil Setelah Kekhawatiran Eskalasi Konflik di Timur Tengah Menurun

GemaWarta – 19 Mei 2026 | Dolar AS stabil pada awal perdagangan Asia setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran. Keputusan ini dilakukan untuk memungkinkan negosiasi dan memperbaiki keadaan pasar obligasi yang mengalami penjualan besar-besaran selama dua hari.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang lain, tetap stabil di 99,026. Ini menarik pembeli setelah kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah mulai menurun. Menurut analis Westpac, sentimen pasar mulai stabil setelah laporan bahwa Presiden Trump telah memutuskan untuk menunda serangan terhadap Iran.

🔖 Baca juga:
Purbaya tolak pinjaman Rp 514 triliun: Fiskal Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketegangan Global

Yield obligasi 10 tahun AS turun 3 poin dasar menjadi 4,591%, setelah mencapai level tertinggi dalam setahun sebelumnya. Harga minyak Brent juga turun 2,4% menjadi $109,43 per barel. Dolar AS sebelumnya mengalami penguatan sebagai safe haven dari eskalasi konflik di Timur Tengah dan penjualan besar-besaran di pasar obligasi global.

Fed funds futures memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga 25 poin dasar pada pertemuan Federal Reserve pada 9 Desember sebesar 36,2%, meningkat dari 0,5% sebulan sebelumnya. Dolar AS juga stabil terhadap yen Jepang di 158,895 yen setelah data pemerintah menunjukkan bahwa perekonomian Jepang tumbuh 2,1% pada kuartal pertama.

🔖 Baca juga:
IHSG Anjlok 6,61% dalam Seminggu, Investor Asing Kabur Besar, Kapitalisasi Pasar Turun 6,59%

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyatakan bahwa Jepang siap untuk bertindak terhadap volatilitas valas yang berlebihan kapan saja, dengan memastikan bahwa intervensi untuk mendukung yen dan menjual dolar AS dilakukan dengan cara yang tidak menaikkan yield obligasi AS. Investasi telah memperhatikan tanda-tanda intervensi lebih lanjut untuk mendukung yen, yang sedikit lebih kuat daripada sebelum intervensi terakhir bulan lalu.

Dolar AS juga stabil terhadap mata uang lain, termasuk euro dan pound sterling. Bitcoin naik 0,2% menjadi $77.005,69, sementara ether naik 0,8% menjadi $2.131,91.

🔖 Baca juga:
Kenaikan BI Rate dan Dampaknya pada Rupiah, Saham, dan KPR

Kesimpulan, dolar AS stabil setelah kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah menurun. Keputusan Presiden Trump untuk menunda serangan terhadap Iran dan stabilisasi pasar obligasi telah membantu memperbaiki sentimen pasar. Namun, perhatian masih terfokus pada kemungkinan kenaikan suku bunga dan intervensi valas di Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *