Ekonomi

Harga Melambung, Masyarakat Terjepit: Dari Pangan Hingga Tiket Piala Dunia

×

Harga Melambung, Masyarakat Terjepit: Dari Pangan Hingga Tiket Piala Dunia

Share this article
Harga Melambung, Masyarakat Terjepit: Dari Pangan Hingga Tiket Piala Dunia
Harga Melambung, Masyarakat Terjepit: Dari Pangan Hingga Tiket Piala Dunia

GemaWarta – 15 Juli 2026 | Harga pangan di Amerika Serikat naik 32% dalam lima tahun terakhir, menyebabkan banyak warga terpaksa berutang atau menguras tabungan untuk membeli bahan makanan. Menurut Urban Institute, lebih dari seperempat orang dewasa yang menggunakan kartu kredit untuk membeli bahan makanan tidak mampu melunasi tagihan mereka secara penuh atau bahkan gagal membayar cicilan minimum.

Sementara itu, harga tiket final Piala Dunia 2026 mencapai angka yang fantastis dan belum pernah terjadi sebelumnya. Harga tiket kategori pertama mencapai 11 ribu dolar AS, kategori kedua 5.500 dolar AS, kategori ketiga 3.600 dolar AS, sedangkan harga tiket termurah mencapai 800 dolar AS. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, harga-harga tersebut mengalami lonjakan yang luar biasa, dengan harga tiket naik hampir tiga kali lipat.

🔖 Baca juga:
Pertarungan Sengit di Piala Dunia 2026: Switzerland vs Algeria

Di Indonesia, harga BBM turun sejak 1 Juli 2026. Harga BBM turun berlaku di SPBU Pertamina, Shell, Vivo, dan BP. Sementara itu, harga emas Antam 24 karat turun Rp 20.000 per gram lagi dan berada di level Rp 2.615.000 per gram.

🔖 Baca juga:
Bumi Menghadapi Tantangan Besar: Dari Sampah Antariksa hingga Ketahanan Energi

Harga tiket Piala Dunia 2026 anjlok setelah Cristiano Ronaldo bersama timnas Portugal tersingkir. Portugal gugur dari gempita bola dunia setelah kalah 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar. Dalam laporan Punch, situasi itu membuat harga tiket langsung turun mulai babak perempat final.

🔖 Baca juga:
Austria Mengalahkan Jordan 3-1 di Pembukaan Piala Dunia 2026

Dalam beberapa minggu terakhir, harga-harga tersebut mengalami fluktuasi yang signifikan. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap waspada dan bijak dalam mengelola keuangan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *