Ekonomi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Melesat 1,92% dan Menembus Level Psikologis 6.000

×

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Melesat 1,92% dan Menembus Level Psikologis 6.000

Share this article
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Melesat 1,92% dan Menembus Level Psikologis 6.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Melesat 1,92% dan Menembus Level Psikologis 6.000

GemaWarta – 14 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan kinerja positif dan sukses merebut kembali level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan Senin (13/7/2026). Aksi beli masif ini dipicu oleh sentimen positif global setelah lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings, mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.

Berdasarkan data resmi BEI, indeks ditutup melejit 113,48 poin atau menguat 1,92 persen ke level 6.037,84. Sepanjang jam perdagangan harian, indeks bergerak fluktuatif di rentang support 5.898,15 hingga menyentuh resistance tertinggi pada penutupan di 6.037,84. Pagi harinya, IHSG dibuka di level 5.934,72, menguat tipis dari penutupan akhir pekan lalu di posisi 5.924,36.

🔖 Baca juga:
Kolaborasi Indosat BTN Dorong Transformasi Layanan Keuangan Digital di Indonesia

Volume dan Nilai Transaksi: Pasar modal bergerak cukup likuid dengan nilai transaksi mencapai Rp12,14 triliun. Perputaran saham tercatat sebanyak 25,07 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui 2,676 juta kali frekuensi transaksi. Lebar Pasar (Market Breadth): Sebanyak 392 saham berakhir di zona hijau, 268 saham terkoreksi, dan 305 saham bergerak stagnan.

Agresivitas penguatan ini mendongkrak kapitalisasi pasar (market cap) BEI ke angka Rp10.509 triliun. Secara sektoral, mayoritas indeks sektor saham kompak menghijau. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh sektor barang baku yang melonjak 2,96 persen, disusul sektor energi naik 2,66 persen, dan sektor perindustrian melesat 2,44 persen. Sebaliknya, hanya ada dua sektor yang terjebak di zona merah, yakni sektor kesehatan yang melemah 0,26 persen dan sektor primer (konsumer primer) yang turun tipis 0,05 persen.

🔖 Baca juga:
Pensiun: Masa Depan yang Pasti dengan Perencanaan yang Tepat

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan korelasi antara aktivitas politik dan keputusan investasi di pasar modal dinilai semakin kecil dibandingkan beberapa dekade lalu. Fenomena tersebut juga terjadi di berbagai negara dengan tingkat kematangan ekonomi dan pasar modal yang lebih tinggi. "Kalau kami melihat dari waktu ke waktu, korelasi antara politik dengan keputusan investasi itu semakin berkurang. Kalau kita bicara di tahun 1980-an, korelasinya masih tinggi. Sekarang, termasuk di Indonesia, hubungan antara kegiatan politik dengan investasi di pasar modal sudah tidak terlalu tinggi," kata Jeffrey.

Sementara itu, lembaga pemeringkat global S&P Global mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia pada level investment grade dengan prospek Stable. Keputusan tersebut mencerminkan ekspektasi bahwa pemulihan pendapatan pemerintah dan penerimaan ekspor akan berlanjut seiring membaiknya harga komoditas.

🔖 Baca juga:
Pemerintah Pastikan Patriot Bond Aman dari Pencucian Uang

Kesimpulan, IHSG melesat 1,92% dan menembus level psikologis 6.000. Ini dipicu oleh sentimen positif global setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Dengan demikian, IHSG membuktikan kinerja positif dan menunjukkan kemampuan untuk terus meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *