Ekonomi

Harga Pangan Melonjak Jelang Idul Adha, Pemerintah Berusaha Stabilkan

×

Harga Pangan Melonjak Jelang Idul Adha, Pemerintah Berusaha Stabilkan

Share this article
Harga Pangan Melonjak Jelang Idul Adha, Pemerintah Berusaha Stabilkan
Harga Pangan Melonjak Jelang Idul Adha, Pemerintah Berusaha Stabilkan

GemaWarta – 25 Mei 2026 | Harga pangan di Indonesia mengalami kenaikan menjelang Idul Adha, yang jatuh pada 27 Mei 2026. Kenaikan harga ini terjadi pada beberapa komoditas, termasuk bawang, cabai, dan daging sapi.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, harga bawang merah ukuran sedang tercatat melonjak 15,05% ke Rp54.560 per kilogram, sedangkan harga bawang putih naik 10,35% ke Rp42.650 per kilogram.

🔖 Baca juga:
Rebalancing Saham BEI: Daftar Terbaru LQ45, IDX30, IDX80 serta Dampak pada BREN, DSSA, NCKL

Harga cabai juga mengalami kenaikan, dengan cabai merah besar mencapai Rp76.200 per kg, atau naik 38,04%, dan cabai merah keriting tembus Rp76.850 per kg, atau naik 45,55%.

Selain itu, harga daging sapi juga tercatat naik menjelang Idul Adha. Untuk daging sapi kualitas I, harganya menembus Rp150.750 per kg, sedangkan daging sapi kualitas 2 harganya mencapai Rp141.500.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta melakukan beberapa langkah untuk mengatasi kenaikan harga pangan. Langkah-langkah tersebut termasuk pemantauan rutin dan intensif harga pangan strategis di pasar tradisional, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan tetap lancar.

🔖 Baca juga:
Terbuka 30.000 Lowongan Manajer Koperasi Desa Merah Putih: Syarat, Batas Waktu, dan Dukungan BUMN

Pemerintah juga berencana untuk memperpanjang bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng hingga Juni 2026. Bantuan ini ditujukan untuk menstabilkan harga di pasaran dan membantu masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga pangan.

Dalam menghadapi kenaikan harga pangan, masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga inflasi pangan tetap terkendali demi kesejahteraan masyarakat.

Kenaikan harga pangan ini juga dipengaruhi oleh faktor cuaca, yang menyebabkan penurunan produksi dan kualitas panen hortikultura. Oleh karena itu, pemerintah berencana untuk melakukan intervensi pasar jika diperlukan, termasuk distribusi pangan bersubsidi dan pasar murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

🔖 Baca juga:
Beda Arah Pergerakan Harga Emas Antam dan Emas Dunia: Penyebab Utama yang Mengguncang Pasar

Dalam upaya untuk mengatasi kenaikan harga pangan, pemerintah juga berencana untuk meningkatkan produksi dan kualitas panen hortikultura. Dengan demikian, diharapkan harga pangan dapat stabil dan masyarakat dapat menikmati harga yang lebih terjangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *