Daerah

Jakarta Timur Tangkap 763 Kg Ikan Sapu-sapu, Operasi Serentak Dihentikan Secara Masif

×

Jakarta Timur Tangkap 763 Kg Ikan Sapu-sapu, Operasi Serentak Dihentikan Secara Masif

Share this article
Jakarta Timur Tangkap 763 Kg Ikan Sapu-sapu, Operasi Serentak Dihentikan Secara Masif
Jakarta Timur Tangkap 763 Kg Ikan Sapu-sapu, Operasi Serentak Dihentikan Secara Masif

GemaWarta – 18 April 2026 | Jakarta Timur meluncurkan operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak pada sore hari Kamis (16/4/2026) hingga pagi Jumat (17/4/2026). Dalam rentang waktu kurang lebih 16 jam, petugas berhasil mengumpulkan total 763 kilogram atau setara 7,63 kuintal ikan sapu-sapu dari sepuluh kecamatan. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa populasi spesies invasif tersebut telah melampaui ambang batas yang dapat ditoleransi dalam ekosistem sungai kota.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan pentingnya aksi cepat dengan menyebutkan, “Rekap sementara dari 10 lokasi menunjukkan total 763 kilogram, dengan kontribusi terbesar berasal dari Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, yang berhasil mengangkat sekitar 200 kilogram sejak sore hari Kamis.” Munjirin menambahkan bahwa laporan lengkap dari sembilan lokasi lainnya masih dalam proses pengumpulan data, namun perkiraan awal sudah memperlihatkan skala penangkapan yang signifikan.

🔖 Baca juga:
Wanita 37 Tahun Terbongkar Jual Obat Keras di Jakarta Timur, Barang Bukti Tumpuk Lebih dari Seratus Butir

Operasi tersebut melibatkan lebih dari 150 personel gabungan, termasuk unsur pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat kelurahan, serta petugas kecamatan. Partisipasi aktif warga setempat juga memberikan dorongan tambahan, mempercepat proses penangkapan di lapangan. Semua ikan yang berhasil diangkat langsung dimusnahkan dengan cara dikubur setelah proses pematikan, mengingat kandungan logam berat seperti timbal dan merkuri yang terdeteksi pada spesies ini berada di atas ambang batas keamanan.

Selain upaya di Jakarta Timur, pemerintah provinsi DKI Jakarta secara simultan melaksanakan operasi serupa di lima wilayah kota pada Jumat (17/4/2026). Total hasil tangkapan seluruh kota mencapai sekitar 6,98 ton, dengan Jakarta Selatan mencatat angka tertinggi yaitu 5,3 ton yang diambil dari Setu Babakan, Jagakarsa. Dari Jakarta Utara, lebih dari 200 kilogram berhasil dikumpulkan, sementara di Jakarta Barat hanya tercatat 71 ekor (17 kilogram). Data tersebut menegaskan bahwa populasi ikan sapu-sapu tersebar luas dan memerlukan penanganan terkoordinasi.

Dalam konteks kebijakan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi Jakarta, Hasudugan A. Sidabalok, menjelaskan bahwa metode penangkapan manual masih menjadi pendekatan paling efektif. Dia menambahkan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang menyusun revisi Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2020 untuk memberikan landasan hukum yang lebih aplikatif dalam pengendalian populasi ikan sapu-sapu.

Wali Kota Munjirin menekankan bahwa penangkapan ini bukan tindakan sekali jalan. Ia berencana melakukan dialog dengan berbagai stakeholder, termasuk komunitas lokal, LSM lingkungan, serta sektor swasta, untuk menciptakan apresiasi bagi warga yang membantu penangkapan. Ia juga menyatakan bahwa hasil tangkapan akan dipertimbangkan sebagai bahan pupuk organik setelah proses pemusnahan, guna meminimalkan limbah dan mendukung pertanian perkotaan.

🔖 Baca juga:
Kisah Beragam Pabrik di Indonesia: Dari Baterai di Karawang Hingga Vape di Jakarta Timur

Berikut rangkuman lokasi dan jumlah ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap di Jakarta Timur:

  • Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan (Kramat Jati): ~200 kg
  • Lokasi lainnya (sembilan kecamatan): data lengkap menunggu laporan final

Secara keseluruhan, operasi penangkapan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, serta partisipasi publik. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan tekanan ekologis yang ditimbulkan oleh ikan sapu-sapu, sekaligus mengembalikan keseimbangan ekosistem sungai-sungai Jakarta yang selama ini terancam.

Kesimpulannya, penangkapan 763 kilogram ikan sapu-sapu di Jakarta Timur menandai langkah konkret dalam rangka mengendalikan spesies invasif yang mengganggu keseimbangan lingkungan. Dengan dukungan kebijakan, koordinasi lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan upaya serupa dapat terus berlanjut dan menghasilkan dampak positif bagi kualitas air serta keberlanjutan ekosistem perkotaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *