GemaWarta – 26 Mei 2026 | Pasar modal Indonesia baru-baru ini mengalami goncangan setelah FTSE Russell, penyedia indeks global, mengumumkan penghapusan empat saham Indonesia dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Keputusan ini diambil dalam review kuartalan Juni 2026 dan akan berlaku efektif pada 22 Juni 2026.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), anak perusahaan Sinar Mas Group, menjadi salah satu yang terkena dampak. Saham DSSA dicabut dari indeks large-cap karena gagal memenuhi kriteria konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi. Sementara itu, PT Daaz Bara Lestari, PT Hillcon, dan PT Mulia Industrindo juga dihapus dari indeks small-cap.
Keputusan FTSE Russell ini merupakan dampak dari peninjauan ulang terhadap saham-saham Indonesia setelah regulator memperketat pengawasan atas transparansi kepemilikan saham dan aktivitas perdagangan yang tidak biasa. Penghapusan saham-saham ini diyakini akan mempengaruhi minat investor asing dan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana untuk mendorong saham-saham Indonesia agar kembali masuk ke dalam indeks global MSCI dan FTSE Russell. BEI akan melakukan diskusi dengan emiten-emiten potensial untuk membantu mereka memenuhi kriteria yang diperlukan.
Sementara itu, indeks FTSE 100 di London juga mengalami perubahan. Setelah mengalami empat minggu penurunan, indeks ini berhasil rebound dengan kenaikan 2,66% dalam seminggu. Hal ini dipicu oleh harapan bahwa Bank of England akan menunda kenaikan suku bunga.
Dalam konteks ini, investor perlu waspada dan memantau perkembangan pasar dengan cermat. Penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan saham dan membuat keputusan investasi yang tepat.
Untuk investor yang terkena dampak penghapusan saham DSSA dari indeks MSCI dan FTSE Russell, penting untuk memahami bahwa keputusan ini tidak selalu berarti bahwa perusahaan tersebut mengalami kesulitan. Namun, investor perlu meninjau ulang portofolio mereka dan mempertimbangkan strategi investasi yang lebih diversifikasi untuk menghindari risiko.











