Ekonomi

Rupiah Melemah, Gelombang PHK Massal Mengancam Dunia Usaha Nasional

×

Rupiah Melemah, Gelombang PHK Massal Mengancam Dunia Usaha Nasional

Share this article
Rupiah Melemah, Gelombang PHK Massal Mengancam Dunia Usaha Nasional
Rupiah Melemah, Gelombang PHK Massal Mengancam Dunia Usaha Nasional

GemaWarta – 27 Mei 2026 | Masuknya rupiah ke level Rp 17.794 per dolar AS dan lonjakan harga minyak dunia telah memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Indonesia. Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa pelemahan rupiah telah menambah beban biaya produksi sejumlah sektor industri.

Di saat yang sama, harga minyak mentah dunia yang terus meningkat juga mendorong kenaikan biaya operasional perusahaan. Menurutnya, kombinasi kedua faktor tersebut mulai berdampak pada aktivitas usaha dan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

🔖 Baca juga:
Nilai Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 25 Mei 2026

Nilai tukar rupiah yang melemah ke Rp 17.803 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, mengikuti tren koreksi mata uang Asia. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa ketergantungan impor bahan baku sebesar 24 persen memicu lonjakan biaya produksi bagi pelaku industri manufaktur nasional.

Pemerintah mengimbau pelaku usaha memanfaatkan skema Local Currency Transaction guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi perdagangan internasional. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimis bahwa nilai tukar rupiah ke depan tetap terkendali.

🔖 Baca juga:
Misteri Penurunan Berat Badan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Terungkap

Pelemahan rupiah juga berdampak pada perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor. Biaya bahan baku menjadi lebih mahal, menekan margin keuntungan perusahaan. Pengeluaran operasional perusahaan menjadi lebih besar, sehingga perusahaan perlu melakukan penyesuaian strategi bisnis agar operasional tetap berjalan stabil.

Di sisi lain, pelemahan rupiah juga mempengaruhi pasar saham. Saham-saham perbankan dan Astra yang fundamentalnya bagus malah turun paling tajam. Ini karena investor asing yang memegang saham di Indonesia mulai berhitung dan memilih langkah aman dengan menjual saham sekarang juga dan menarik dananya keluar.

🔖 Baca juga:
Kurs Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.700: Apa yang Terjadi?

Hasilnya, terjadi aksi jual bersih oleh investor asing secara masif hingga mencapai Rp 1.599,63 miliar hanya dalam sehari. Aksi “buang barang” ini memperparah tren keluarnya dana asing sejak awal tahun yang kini angkanya sudah menembus Rp 45,45 triliun.

Kesimpulan, pelemahan rupiah memiliki dampak yang luas pada dunia usaha nasional, mulai dari peningkatan biaya produksi, penurunan keuntungan, hingga peningkatan risiko PHK massal. Pemerintah dan pelaku usaha perlu bekerja sama untuk mengatasi tantangan ini dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *