Ekonomi

Menghadapi Polikrisis: Indonesia Belajar dari China untuk Pengentasan Kemiskinan

×

Menghadapi Polikrisis: Indonesia Belajar dari China untuk Pengentasan Kemiskinan

Share this article
Menghadapi Polikrisis: Indonesia Belajar dari China untuk Pengentasan Kemiskinan
Menghadapi Polikrisis: Indonesia Belajar dari China untuk Pengentasan Kemiskinan

GemaWarta – 28 Mei 2026 | Indonesia saat ini menghadapi polikrisis, yaitu serangkaian krisis di berbagai sektor seperti ekonomi, politik, lingkungan, fiskal/pasar keuangan, sosial budaya maupun geopolitik yang terjadi secara bersamaan, saling berkaitan, saling memperkuat dan menciptakan efek domino lintas sektor. Dalam menghadapi polikrisis ini, pemerintah Indonesia berusaha untuk belajar dari negara lain, terutama China, yang telah berhasil mengentaskan kemiskinan bagi 800 juta penduduknya.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa pemerintah Indonesia ingin belajar dari China dalam pelaksanaan program-program pengentasan kemiskinan. "Yang penting untuk dipelajari bukan hanya program, tapi prosedural, sistematika, teknik mengatasi masalah, problem solving dan juga antisipasi semua, manajemen lainnya," kata Riza Patria.

🔖 Baca juga:
Meninggal dalam Misi UNIFIL, Praka Rico Pramudia Jadi Simbol Pengorbanan Indonesia di Lebanon

Indonesia telah menjadi wakil ketua bersama dengan Pantai Gading, Brazil, Pakistan, Afrika Selatan dan Uzbekistan dalam Komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (Global Partnership for Poverty Alleviation and Development/GPPAD) yang digagas pemerintah China. Dalam forum tersebut, Indonesia berharap dapat belajar dari pengalaman China dalam mengentaskan kemiskinan.

Program Presiden Prabowo Subianto juga merupakan program-program yang fokus pada pedesaan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), BUMDes. "Kemudian ada menaikkan harga gabah petani, harga jagung, menurunkan harga pupuk, program cek kesehatan gratis dan banyak program lainnya, itu semuanya ada di pedesaan dan di masyarakat miskin umumnya," jelas Riza.

🔖 Baca juga:
PPN jalan tol dan Pajak Orang Kaya: Menkeu Purbaya Tegaskan Masih Rencana Strategis, Bukan Kebijakan Aktif

Dengan belajar dari China, Indonesia berharap dapat mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Indonesia negara yang besar, angka kemiskinannya juga sudah menurun sedikit, tapi (angka kemiskinan) masih tinggi karena masih di atas 10 persen. Kita harus belajar cepat mengatasi berbagai masalah kemiskinan karena ini masalah yang kompleks," ungkap Riza.

Dalam menghadapi polikrisis, Indonesia perlu untuk belajar dari pengalaman lain dan mengembangkan strategi yang efektif untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, Indonesia dapat menghadapi polikrisis dengan lebih baik dan mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

🔖 Baca juga:
Kucing di Pod Kaca China Bikin Pengendara Terhenti: Fenomena Viral yang Mengguncang Jalan Raya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *