Ekonomi

Dolar Singapura Menguat, Jakarta Diserbu Wisatawan Singapura untuk Belanja

×

Dolar Singapura Menguat, Jakarta Diserbu Wisatawan Singapura untuk Belanja

Share this article
Dolar Singapura Menguat, Jakarta Diserbu Wisatawan Singapura untuk Belanja
Dolar Singapura Menguat, Jakarta Diserbu Wisatawan Singapura untuk Belanja

GemaWarta – 02 Juni 2026 | Nilai tukar dolar Singapura terhadap rupiah terus menguat, membuat Jakarta menjadi destinasi belanja yang menarik bagi wisatawan Singapura. Meskipun kasus kriminal di Jakarta meningkat, wisatawan Singapura tidak terpengaruh dan tetap berbondong-bondong ke Jakarta untuk berbelanja dan menikmati kuliner.

Menurut laporan media Malaysia, nilai rupiah terhadap dolar AS telah tembus nyaris Rp18.000, membuat biaya belanja dan wisata di Jakarta terasa jauh lebih murah dibandingkan beberapa tahun lalu. Wisatawan Singapura seperti Noraini Rahmat dan Marcus Tan mengaku bahwa nilai tukar yang menguntungkan membuat perjalanan belanja di Jakarta terasa semakin menguntungkan.

🔖 Baca juga:
MSCI nasib saham RI: Reformasi Pasar Modal Indonesia dan Implikasi Bagi Investor

Noraini dan keluarganya menghabiskan waktu berburu busana muslim di pusat perbelanjaan Thamrin City, mengunjungi berbagai merek lokal populer, hingga mencicipi kuliner di kawasan Blok M. Mereka bahkan memaksimalkan jatah bagasi pesawat 30 kilogram untuk membawa pulang lapis legit dan berbagai camilan khas Indonesia.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jakarta dan kepolisian terus berupaya meredam kekhawatiran publik terkait meningkatnya kasus kejahatan jalanan. Polda Metro Jaya telah mengumumkan telah mengungkap 171 kasus kejahatan jalanan dan menangkap 103 tersangka sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

🔖 Baca juga:
RI Siapkan Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia, Strategi Bertahap dan Jalur Pelayaran Baru

Neraca dagang Indonesia juga mencatat surplus sebesar 89,1 juta dolar AS pada April 2026, menandai tren surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus terutama ditopang oleh sektor nonmigas senilai 3,53 miliar dolar AS, sementara sektor migas masih defisit akibat impor minyak mentah dan gas yang lebih tinggi dari ekspor.

Dengan demikian, Jakarta tetap menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan Singapura, tidak hanya karena nilai tukar yang menguntungkan, tetapi juga karena daya tarik ekonomi dan kuliner yang kuat. Meskipun kasus kriminal masih menjadi perhatian, wisatawan Singapura tetap berbondong-bondong ke Jakarta untuk menikmati apa yang kota ini tawarkan.

🔖 Baca juga:
Adaro Andalan Indonesia: Membangun Masa Depan Ekonomi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *