GemaWarta – 14 April 2026 | Fiorentina berhasil meraih tiga poin penting setelah mengalahkan Lazio dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-32 Liga Italia di Stadio Artemio Franchi, Florence, Senin (13/4/2026). Gol tunggal Robin Gosens pada menit ke-28 menjadi penentu utama, sekaligus mengangkat tim Viola menjauh delapan poin dari zona degradasi. Kemenangan ini menempatkan Fiorentina pada peringkat ke-15 dengan 35 poin, sementara Lazio tetap berada di posisi sembilan dengan 44 poin, terpaut 13 poin dari zona tempat lolos kompetisi Eropa.
Sejak peluit awal, Lazio menampilkan inisiatif menyerang yang cukup agresif. Mattia Zaccagni membuka peluang dengan tembakan keras yang berhasil ditepis oleh kiper Fiorentina, David de Gea. Beberapa menit kemudian, Matteo Cancellieri berusaha menciptakan peluang melalui serangan terobosan, namun De Gea kembali melakukan penyelamatan krusial. Tekanan dari pihak tuan rumah terus meningkat, namun lini belakang Fiorentina, yang dipimpin oleh Luca Ranieri, menunjukkan disiplin tinggi dalam menahan gelombang serangan.
Gol pembuka datang pada menit ke-28 setelah Jack Harrison mengirimkan umpan silang yang tepat ke area penalti. Robin Gosens, yang berada di posisi lebih tinggi, berhasil menanduk bola tersebut menjadi gol, menembus pertahanan Lazio yang sempat terlepas dari penandaan Manuel Lazzari. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-0 dan menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan.
Masuk babak kedua, Lazio berusaha keras mencari gol penyama. Tim asuhan Maurizio Sarri (meski tidak lagi melatih Lazio, namun komentar Sarri tentang masalah utama klub menambah konteks) meningkatkan intensitas serangan, memanfaatkan sayap kiri melalui Nuno Tavares dan mencoba mengirimkan umpan silang yang berulang. Namun, De Gea kembali tampil gemilang dengan enam penyelamatan, termasuk satu penyelamatan krusial pada tembakan keras Zaccagni di menit awal babak kedua dan penyelamatan penting menjelang akhir laga yang memastikan keunggulan Fiorentina tetap terjaga.
Statistik menunjukkan Lazio mencatat total 13 tembakan, dengan peluang cukup tinggi, namun kegagalan dalam penyelesaian menjadi titik lemah utama. Di sisi lain, Fiorentina hanya menghasilkan beberapa peluang bersih, namun memaksimalkan momen yang ada. Jack Harrison tidak hanya memberikan assist, tetapi juga berperan aktif dalam membantu pertahanan, merebut bola di sisi kanan dan menahan tekanan lawan.
Kontroversi muncul pada menit ke-64 ketika Tijjani Noslin tampak terjatuh di dalam kotak penalti. Wasit Michael Fabbri memutuskan bahwa insiden tersebut merupakan simulasi dan memberikan kartu kuning kepada Noslin. Keputusan tersebut memicu protes dari Lazio, yang menganggap hak mereka dirugikan. Meskipun VAR meninjau kembali, keputusan tidak diubah, dan permainan berlanjut dengan Lazio menguasai bola hingga 66 persen kepemilikan pada sisa waktu.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan perbedaan efektivitas antara kedua tim. Lazio, meski lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, gagal mengkonversi peluang menjadi gol. Sementara Fiorentina, dengan pertahanan yang terorganisir dan kiper De Gea dalam performa puncak, berhasil menahan tekanan dan memanfaatkan satu kesempatan emas yang diciptakan.
Hasil ini memberikan dorongan moral bagi Fiorentina dalam upaya menghindari zona degradasi, terutama menjelang pertandingan Eropa mereka melawan Crystal Palace. Bagi Lazio, kekalahan ini menambah tekanan pada manajemen dan pelatih untuk memperbaiki penyelesaian akhir serta mengatasi masalah struktural yang diidentifikasi oleh mantan pelatih Serie A, Maurizio Sarri, yang menyatakan bahwa jika ada solusi atas masalah terbesar klub, ia sudah berada di Real Madrid.
Kemenangan 1-0 Fiorentina tidak hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga menegaskan pentingnya efektivitas dalam peluang dan peran kunci seorang kiper dalam mengamankan hasil. Sementara itu, Lazio harus mengevaluasi taktik serangan mereka dan mencari cara meningkatkan akurasi tembakan untuk tetap kompetitif di papan klasemen Serie A.











