Internasional

Jepang Menghadapi Tantangan Baru: Dari Biaya Visa Hingga Krisis Tenaga Kerja

×

Jepang Menghadapi Tantangan Baru: Dari Biaya Visa Hingga Krisis Tenaga Kerja

Share this article
Jepang Menghadapi Tantangan Baru: Dari Biaya Visa Hingga Krisis Tenaga Kerja
Jepang Menghadapi Tantangan Baru: Dari Biaya Visa Hingga Krisis Tenaga Kerja

GemaWarta – 04 Juni 2026 | Di Jepang, berbagai perubahan dan tantangan sedang terjadi. Salah satunya adalah revisi undang-undang pengendalian imigrasi yang baru saja disahkan oleh parlemen Jepang. Revisi ini tidak hanya mengatur biaya visa untuk warga negara asing yang menetap di Jepang tetapi juga memperkenalkan sistem otorisasi perjalanan pra-masuk daring untuk setiap kedatangan dari luar negeri.

Berdasarkan revisi tersebut, batas atas untuk perpanjangan visa sebesar 100 ribu yen (sekitar Rp 11,2 juta), sedangkan batas atas untuk biaya permohonan izin menetap 300 ribu yen (sekitar Rp 33,5 juta). Angka ini meningkat tajam dari ambang batas saat ini sebesar 10 ribu yen (sekitar Rp 1,1 juta).

🔖 Baca juga:
Citra Satelit Ungkap Israel Ratakan Kota-Kota di Lebanon Selatan: Bukti Visual Baru

Sementara itu, di bidang olahraga, Jepang juga melakukan kerjasama unik dengan beberapa anime populer untuk mempromosikan timnas Jepang yang akan berangkat menuju Piala Dunia 2026. Beberapa anime yang terlibat dalam kolaborasi ini termasuk One Piece, My Hero Academia, dan Blue Lock.

Presiden Jepang, Prabowo Subianto, juga baru-baru ini memuji dapur Polri yang menyajikan makanan bergizi gratis. Ia membandingkan nasi pulen yang disajikan dengan restoran Jepang dan menyatakan bahwa rasanya tidak kalah dengan restoran Jepang.

🔖 Baca juga:
Strategi Cerdas Lewati Selat Hormuz dan Tantangan Jalan Hujan: Dari Kapal Besar hingga Motor Kota

Jepang juga menghadapi krisis tenaga kerja, terutama di sektor penerbangan. Maskapai Japan Airlines (JAL) mulai melakukan uji coba penggunaan robot humanoid buatan China untuk menangani bagasi dan kargo di Bandara Haneda, Tokyo. Langkah ini diambil sebagai solusi untuk menghadapi krisis tenaga kerja di Jepang.

Terakhir, Jepang juga mengumumkan bahwa mereka akan menggelontorkan dana sebesar Rp 310 triliun untuk mengatasi lonjakan biaya hidup warga imbas perang Iran. Dana ini akan digunakan untuk meredam kenaikan harga bensin, listrik, dan gas yang membebani masyarakat.

🔖 Baca juga:
Selat Hormuz Dibuka: Pertamina Siap Gerakkan Dua Tanker di Tengah Ketegangan Regional

Kesimpulan, Jepang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari revisi undang-undang imigrasi, kerjasama dengan anime, pujian untuk dapur Polri, krisis tenaga kerja, hingga pengeluaran dana untuk mengatasi lonjakan biaya hidup. Semua ini menunjukkan bahwa Jepang terus berusaha untuk menghadapi dan menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *