Politik

Kontroversi Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Luar Negeri: Investasi Rp 2.430 Triliun, Benarkah?

×

Kontroversi Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Luar Negeri: Investasi Rp 2.430 Triliun, Benarkah?

Share this article
Kontroversi Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Luar Negeri: Investasi Rp 2.430 Triliun, Benarkah?
Kontroversi Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Luar Negeri: Investasi Rp 2.430 Triliun, Benarkah?

GemaWarta – 07 Juni 2026 | Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri dalam 1,5 tahun terakhir telah menuai kontroversi. Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Teddy Indra Wijaya, mengklaim bahwa investasi senilai Rp 2.430 triliun telah masuk ke Indonesia sebagai hasil dari kunjungan tersebut.

Namun, pernyataan ini dibantah oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI periode 2014, Dino Patti Djalal. Dino menyebutkan bahwa kunjungan ke luar negeri hanya untuk gagah-gagahan dan aksi seremonial yang dilakukan Prabowo.

🔖 Baca juga:
Idul Adha 1447 H: Momentum Perkuat Kepedulian dan Semangat Berbagi

Menurut Dino, Presiden Prabowo menghabiskan satu dari setiap enam hari di luar negeri, yang dianggap tidak lazim dan di luar batas kewajaran. Dino juga menawarkan lima saran konkret untuk meningkatkan efisiensi kunjungan ke luar negeri, termasuk efisiensi via video call, optimalisasi forum multilateral, penjadwalan yang lebih terencana, memperbanyak penerimaan tamu negara di Jakarta, dan pendelegasian misi taktis kepada Menteri Luar Negeri.

Sementara itu, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan bahwa investasi perlu dibedakan menjadi dua macam, yaitu Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Nailul juga mengatakan bahwa angka investasi yang disampaikan Teddy perlu diuji kebenarannya.

Dalam konteks ini, peran Dino Patti Djalal sebagai diplomat senior Indonesia tidak dapat diabaikan. Dino lahir pada 10 September 1965 di Beograd, Yugoslavia, dan memiliki karier panjang di panggung internasional. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat dan Wakil Menteri Luar Negeri.

🔖 Baca juga:
Osaka Steel Tutup Pabrik di Indonesia, Alarm Keras bagi Industri Baja Nasional

Dino juga berasal dari keluarga diplomat berpengaruh. Ayahnya, Hasjim Djalal, adalah diplomat senior yang berperan besar dalam memperjuangkan konsep Negara Kepulauan Indonesia di tingkat internasional. Ibu Dino, Zurni Hasyim Djalal, dikenal sebagai pendamping setia Hasjim selama menjalani berbagai penugasan diplomatik di luar negeri.

Menyikapi kontroversi ini, PP PMKRI mendukung diplomasi aktif Prabowo, tetapi juga menuntut akuntabilitas publik atas kunjungan ke luar negeri. Organisasi ini mengajukan kerangka yang lebih jernih untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi kunjungan ke luar negeri.

Terlepas dari kontroversi ini, peran diplomasi dalam meningkatkan hubungan internasional dan memajukan kepentingan nasional tidak dapat diabaikan. Dalam konteks ini, peran Dino Patti Djalal sebagai diplomat senior Indonesia merupakan contoh yang baik dalam memperjuangkan kepentingan nasional di tingkat internasional.

🔖 Baca juga:
Program Makan Bergizi Gratis: Antara Harapan dan Tantangan

Kesimpulan, kontroversi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri merupakan isu yang kompleks dan memerlukan penanganan yang hati-hati. Dalam menghadapi isu ini, perlu dilakukan evaluasi yang objektif dan transparan untuk menentukan efektivitas kunjungan ke luar negeri dalam meningkatkan hubungan internasional dan memajukan kepentingan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *