GemaWarta – 18 Juni 2026 | Kevin Warsh, ketua baru Federal Reserve, telah mengirimkan sinyal kuat bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga yang tinggi untuk waktu yang lama. Dalam pertemuan FOMC pertamanya, Warsh menyatakan bahwa komite tersebut akan memastikan stabilitas harga, yang berarti mengendalikan inflasi.
Inflasi di AS telah meningkat selama beberapa tahun terakhir, dengan tingkat inflasi tahunan mencapai 4,2% pada Mei. Warsh menyatakan bahwa FOMC akan bekerja untuk mengembalikan inflasi ke target 2% dengan menaikkan suku bunga jika perlu.
Keputusan ini telah mempengaruhi pasar saham, dengan Dow Jones dan S&P 500 mengalami penurunan. Namun, beberapa analis menyatakan bahwa keputusan Warsh dapat membantu mengembalikan kepercayaan investor dan memperkuat ekonomi AS dalam jangka panjang.
Warsh juga menyatakan bahwa FOMC akan membentuk lima tim tugas untuk meninjau kebijakan moneter dan komunikasi. Ini menunjukkan bahwa Warsh ingin memperbarui pendekatan FOMC dalam menghadapi tantangan ekonomi yang berubah.
Kesimpulan dari pertemuan FOMC ini adalah bahwa FOMC akan mempertahankan suku bunga yang tinggi untuk waktu yang lama dan akan bekerja untuk mengembalikan inflasi ke target 2%. Ini dapat memiliki dampak pada pasar saham dan ekonomi AS, tetapi juga dapat membantu memperkuat ekonomi dalam jangka panjang.









