GemaWarta – 03 Agustus 2026 | Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu, 2 Agustus 2026, masih dalam proses evakuasi dan pencarian korban. Menurut data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), sebanyak 232 orang telah dievakuasi, terdiri atas 227 orang selamat dan 5 orang meninggal dunia.
Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pencocokan data korban dilakukan secara bertahap seiring kedatangan kapal-kapal evakuasi. Hal ini dilakukan guna memastikan jumlah pasti penumpang yang berada di atas kapal (onboard) serta korban yang berhasil diselamatkan.
Langkah tersebut menyusul kedatangan Kapal Meratus Pematang Siantar yang sebelumnya telah menyandarkan 113 korban selamat di Pelabuhan Tanjung Perak. Menhub memastikan proses pencarian dan evakuasi lanjutan masih ditangani oleh kapal-kapal lain yang dijadwalkan menyulul tiba di Surabaya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiagakan 20 unit ambulans di Pelabuhan Kalianget sebagai langkah antisipasi apabila korban kebakaran KM. Mutiara Sentosa II yang dievakuasi ke wilayah tersebut. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap para penumpang kapal.
PT Jasa Raharja (Persero) juga menjamin perlindungan bagi seluruh korban insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2. Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa penjaminan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang.
Operasi pencarian dan evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan KN SAR 249 Permadi, RIB Sumenep, KRI Nala 363, serta sejumlah kapal niaga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kesembilan kapal tersebut antara lain yakni: KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, KM Transco Arafura, KM Meratus Project 3, dan KM Icon Daniel.
Dalam kesempatan tersebut, Menhub juga menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam musibah ini. Ia menambahkan bahwa penanganan medis dan pelayanan bagi para korban selamat kini menjadi fokus utama agar mereka dapat segera pulih.
Sementara itu, seluruh koordinasi operasi Search and Rescue (SAR) serta pendataan lanjutan diserahkan sepenuhnya kepada pihak Basarnas.
Kebakaran hebat yang menimpa KM Mutiara Sentosa 2 ini pertama kali terdeteksi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) sepanjang 160 meter tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Makassar mengangkut 232 penumpang yang mayoritas merupakan pengemudi armada logistik-serta 181 unit kendaraan.
Laporan darurat pertama kali diteruskan oleh pihak pengelola kapal dan Syahbandar Tanjung Perak ke Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB, usai komunikasi dengan nahkoda di tengah lautan terputus.
Kesimpulan, kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 masih dalam proses evakuasi dan pencarian korban. Pemerintah dan instansi terkait terus bekerja sama untuk memastikan keselamatan para penumpang dan awak kapal.











