GemaWarta – 27 Juni 2026 | Isu tentang Mossad, badan intelijen Israel, yang diduga merencanakan pembunuhan terhadap kepala staf angkatan darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, telah memicu ketegangan tinggi antara Israel dan Pakistan. Menurut klaim yang dilontarkan oleh jurnalis Brasil, Pepe Escobar, Pakistan telah menerima informasi yang sangat kredibel tentang rencana pembunuhan tersebut dan telah mengirimkan peringatan kepada Israel melalui saluran diplomatik.
Escobar juga mengklaim bahwa Pakistan telah menyampaikan pesan yang jelas kepada Israel, yaitu jika Israel melakukan pembunuhan, maka Pakistan akan menghancurkan Israel. Namun, klaim ini telah dibantah oleh pejabat Pakistan, dan dianggap sebagai “omong kosong”.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah menyatakan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon, Suriah, dan Gaza tanpa batas waktu. Mereka juga mengklaim bahwa Israel tidak berniat untuk menarik pasukannya dari zona keamanan di Lebanon.
Isu ini telah memicu ketegangan tinggi di Timur Tengah dan telah menjadi perhatian internasional. Pakistan dan Israel telah lama memiliki hubungan yang tegang, dan isu ini telah menambah ketegangan antara kedua negara.
Dalam beberapa hari terakhir, Israel telah melanjutkan operasi militer di selatan Lebanon, yang telah menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Sementara itu, Pakistan telah meningkatkan kesiapsiagaan militer di perbatasan dengan India, yang juga telah meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
Ketegangan antara Israel dan Pakistan ini telah menjadi perhatian internasional, dan telah memicu kekhawatiran tentang kemungkinan pecahnya konflik yang lebih besar di Timur Tengah.











