GemaWarta – 30 Juni 2026 | Perang di Timur Tengah semakin memburuk setelah serangan udara Israel dan AS terhadap Iran. Serangan tersebut menyebabkan ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa AS akan melakukan pertemuan dengan Iran di Qatar, namun Iran membantah hal tersebut.
Menurut laporan, 40 kapal telah melewati Selat Hormuz pada hari Senin, jumlah yang masih jauh lebih rendah daripada rata-rata sebelum perang antara Israel dan Iran dimulai pada bulan Februari. Sebelumnya, lebih dari 100 kapal per hari melewati selat tersebut.
Iran telah mengumumkan bahwa mereka akan mengirim delegasi ke Doha untuk membahas persetujuan sementara, namun mereka membantah bahwa ada rencana untuk bertemu dengan AS. Sementara itu, Israel telah menerima dukungan dari AS untuk tetap berada di Lebanon hingga Hezbollah dibubarkan di seluruh negeri.
Perang di Timur Tengah telah menyebabkan ketegangan yang meningkat antara Iran dan AS, serta antara Israel dan Iran. Pertempuran antara Israel dan Iran telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Perang ini juga telah mempengaruhi harga minyak dan gas di seluruh dunia.
Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat setelah serangan udara Israel dan AS terhadap Iran. Iran telah mengancam untuk membalas serangan tersebut, namun belum ada tindakan yang signifikan dari pihak Iran. Sementara itu, AS dan Israel terus melakukan serangan udara terhadap target-target di Iran dan Lebanon.
Perang di Timur Tengah telah menyebabkan kekhawatiran di seluruh dunia. Banyak negara telah menyerukan agar kedua belah pihak untuk melakukan perundingan damai dan menghentikan pertempuran. Namun, belum ada tanda-tanda bahwa perang akan segera berakhir.











