GemaWarta – 03 Juli 2026 | Seorang warga Tegal, Ida (52), mengalami kejadian yang sempat bikin panik lantaran uang Rp 1,54 miliar miliknya rusak usai terendam rob. Padahal, uang tersebut akan dipakai sebagai biaya kuliah anaknya. Uang tersebut disimpan Ida di dalam sebuah koper. Tanpa ia sadari ternyata koper tersebut terendam banjir rob selama berbulan-bulan.
Ida menerangkan banjir rob melanda kawasan tempat tinggalnya pada Februari 2026, dan koper berisi uang itu ikut terendam saat banjir rob. Setelah itu, air laut pasang kembali beberapa kali menggenangi rumah sehingga koper tidak segera diperiksa. Ida baru tersadar beberapa hari lalu jika ada uang miliaran rupiah yang disimpannya di dalam koper.
Sesegera mungkin Ida mengambil koper dan mengecek kondisi uangnya. Saat diangkat, bagian luar koper dipenuhi kerak lumpur, sedangkan lembaran uang di dalamnya telah menghitam di bagian tepi, lembap, dan saling menempel akibat terlalu lama terendam.
Ida pun membawa seluruh uang yang rusak ke Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tegal untuk diajukan penukaran. Petugas selanjutnya menghitung ulang nominal uang dan memisahkan lembaran yang saling menempel sebelum dilakukan penelitian. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, mengatakan pihaknya menerima permohonan penukaran uang milik Ida yang mengalami kerusakan karena rumahnya terendam air rob.
Setelah diperiksa, uang yang bisa diganti sebesar Rp 1,51 miliar. Menurut Bimala, pihaknya telah memeriksa seluruh lembar uang untuk memastikan keaslian serta menentukan besaran nilai penggantian sesuai ketentuan Bank Indonesia. Uang yang rusak tersebut disebabkan karena terendam banjir rob selama berbulan-bulan.
Ida mengaku uang tersebut merupakan hasil penjualan tanah yang disimpannya untuk kebutuhan pendidikan anaknya yang akan menempuh kuliah di fakultas kedokteran. Ida mengaku sempat panik ketika mengetahui uangnya rusak. Namun, berkat saran dari kenalannya yang bekerja di bank, Ida memutuskan untuk menukarkan uang tersebut ke BI.
Di tempat lain, masyarakat juga dapat menukarkan uang rusak secara langsung di Bank Indonesia atau melalui aplikasi PINTAR. Penukaran uang rusak dapat dilakukan di Kantor Pusat Bank Indonesia maupun di 45 Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia.
Layanan penukaran uang Rupiah rusak atau cacat di kantor Bank Indonesia berlangsung setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 11.30 waktu setempat. Masyarakat tidak perlu khawatir apabila uang mengalami kerusakan akibat bencana, kebakaran, maupun faktor lainnya karena terdapat mekanisme resmi untuk mengajukan penggantian.
Kasus kekerasan yang melibatkan seorang anggota polisi aktif di Polres Tegal juga menjadi perhatian. Seorang wanita berinisial M melaporkan suami sirinya yang merupakan anggota polisi ke Bareskrim Polri atas dugaan penganiayaan berulang, penyekapan, pemaksaan konsumsi narkotika, hingga penyiksaan yang menyebabkan korban mengalami luka bakar di hampir separuh tubuhnya.
Korban disebut dipaksa mengonsumsi sabu, kemudian mengalami berbagai bentuk kekerasan selama hubungan mereka berlangsung. Pengacara Hotman Paris ikut menyoroti kasus ini dan menyinggung sosok polisi yang diduga sebagai pelaku kekerasan terhadap M.
Dalam kasus uang rusak, masyarakat perlu mengetahui bahwa uang yang rusak masih memiliki kesempatan untuk diganti. Masyarakat dapat menukarkan uang rusak secara langsung di Bank Indonesia atau melalui aplikasi PINTAR. Layanan penukaran uang Rupiah rusak atau cacat di kantor Bank Indonesia berlangsung setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 11.30 waktu setempat.
Kesimpulan, uang rusak masih memiliki kesempatan untuk diganti. Masyarakat perlu mengetahui bahwa terdapat mekanisme resmi untuk mengajukan penggantian uang rusak. Dalam kasus Ida, uang yang rusak akibat banjir rob dapat diganti sebesar Rp 1,51 miliar. Masyarakat perlu waspada dan tidak ragu untuk menukarkan uang rusak secara langsung di Bank Indonesia atau melalui aplikasi PINTAR.











