GemaWarta – 19 Juli 2026 | Indonesia saat ini mengalami kekeringan parah akibat dampak El Nino. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa kekeringan ini tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga di Eropa dan Amerika dengan suhu panas yang melebihi tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Cak Imin, kondisi kekeringan ini harus diantisipasi dengan pola irigasi yang memadai, terutama di sektor pangan. Selain itu, aspek kesehatan juga turut menjadi perhatian dalam menghadapi kekeringan akibat El Nino.
Di beberapa daerah, seperti Kabupaten Sidenreng Rappang, pemerintah daerah menurunkan mobil tangki untuk mengairi sawah yang mulai terdampak musim kemarau. Upaya ini dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian dan mendukung target swasembada pangan nasional.
Sementara itu, warga di beberapa daerah lainnya, seperti Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, mengalami krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Mereka harus mengambil air dari desa lain yang jauhnya sekitar 7 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa kekeringan ini disebabkan oleh fenomena El Nino yang masih bertahan di Samudra Pasifik. BMKG juga memprediksi bahwa kekeringan ini akan berlangsung hingga September mendatang.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan melakukan upaya mitigasi kekeringan, seperti menghemat air dan meningkatkan efisiensi penggunaan air.











