GemaWarta – 30 Juli 2026 | Kasus kematian tragis satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna, masih menyita perhatian publik. Sumarna ditemukan tewas mengambang di waduk dengan kedua tangan terborgol ke belakang dalam kondisi masih berseragam satpam. Penyebab kematian Sumarna masih diselidiki, namun diduga sebelumnya ia sempat menegur sekelompok orang yang melakukan vandalisme di kawasan waduk.
Informasi tentang kematian Sumarna mulai terkuak ketika rekan kerjanya curiga karena pos jaga tempat Sumarna bertugas ditemukan dalam keadaan kosong melompong. Sepeda motor milik korban masih terparkir rapi di lokasi, tetapi ponselnya mendadak tidak aktif saat dihubungi. Petunjuk awal mulai terkuak ketika perangkat handy talky (HT) milik Sumarna ditemukan tergeletak di atas sebuah perahu yang bersandar tak jauh dari pos jaga.
Sebelum kejadian, Sumarna sempat mengunggah video tentang adanya coretan aksi vandalisme di jalan area tanggul dan mengeluhkan tindakan tak bertanggung jawab tersebut. Menerima laporan dari warga, Satreskrim Polres Purwakarta bersama Satpolairud langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan barang bukti.
Beberapa hari setelah kematian Sumarna, muncul kabar penangkapan terduga pelaku pembunuhan Sumarna. Namun, berdasarkan penelusuran, kabar tersebut hoaks. Kabar penangkapan terduga pelaku pembunuhan satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna, dibagikan oleh beberapa akun media sosial, tetapi pihak kepolisian hingga kini belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka.
Di sisi lain, Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan pendampingan dan bantuan kepada keluarga almarhum Sumarna. Petugas Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi telah mengunjungi rumah duka dan bertemu dengan istri almarhum, yaitu Siti Maryam serta kedua anaknya, dan melakukan asesmen awal untuk mengetahui kebutuhan keluarga.
Kasus kematian Sumarna masih dalam penyelidikan, dan pihak kepolisian berharap masyarakat dapat membantu memberikan informasi yang terkait dengan kasus ini. Sementara itu, keluarga Sumarna masih dalam proses pemulihan dan berharap kasus ini dapat terpecahkan secepatnya.









