Ekonomi

Harga Emas Diperkirakan Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS

×

Harga Emas Diperkirakan Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS

Share this article
Harga Emas Diperkirakan Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS
Harga Emas Diperkirakan Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS

GemaWarta – 30 Juli 2026 | Harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026. Berdasarkan analisis teknikal terbaru, momentum bullish mulai terlihat setelah harga berhasil keluar dari fase konsolidasi yang sempat membatasi ruang gerak pasar dalam beberapa sesi terakhir.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai, kombinasi pola grafik yang terbentuk serta dukungan indikator teknikal memberikan sinyal positif bagi emas untuk melanjutkan kenaikan selama level support utama tetap mampu dipertahankan.

🔖 Baca juga:
Subsidi Tepat: Upaya Pemerintah dalam Mengoptimalkan Penyaluran BBM dan Pembiayaan Perumahan

Pergerakan emas pada time frame H4 saat ini membentuk pola Falling Wedge, yang dikenal sebagai salah satu pola teknikal yang sering mengindikasikan potensi pembalikan arah menuju tren bullish. Pola ini biasanya muncul setelah harga mengalami tekanan jual dalam periode tertentu, kemudian mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan momentum bearish sebelum akhirnya bergerak naik.

Keberhasilan harga keluar dari pola Falling Wedge membuka peluang bagi harga emas untuk melanjutkan kenaikan menuju area resistance pertama di kisaran 4.100. Jika momentum beli tetap terjaga dan harga mampu menembus level tersebut, maka target kenaikan berikutnya berada di sekitar 4.146.

Level-level tersebut menjadi area penting yang perlu diperhatikan trader karena berpotensi menjadi titik pengujian kekuatan tren bullish yang sedang berkembang.

🔖 Baca juga:
Program MBG Dorong Ekonomi Desa hingga Perbatasan, Produksi Petani Naik hingga 60% dan Lapangan Kerja Terbuka

Kenaikan emas disertai pengelolaan risiko. Area 4.074 kini menjadi level support utama yang berfungsi sebagai batas validasi tren bullish. Selama harga emas mampu bertahan di atas level tersebut, prospek penguatan dinilai masih cukup solid.

Selain pola grafik, Dupoin Futures juga melihat dukungan dari indikator Stochastic yang masih bergerak naik menuju area overbought. Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum beli masih relatif kuat dan minat investor terhadap emas terus meningkat.

Walaupun indikator mendekati area jenuh beli, Geraldo menilai kondisi tersebut belum menjadi sinyal pembalikan arah. Dalam tren yang kuat, indikator overbought justru sering kali mencerminkan dominasi buyer yang masih berlanjut sehingga harga berpotensi melanjutkan kenaikan sebelum muncul tekanan jual yang lebih signifikan.

🔖 Baca juga:
Gaji Nahkoda Kapal Pesiar Mengguncang Industri: Dari Rp10 Juta hingga Rp3,2 Miliar Setahun

Kesimpulan, harga emas diperkirakan akan melanjutkan penguatannya di tengah pelemahan dolar AS. Namun, trader harus tetap waspada dan melakukan pengelolaan risiko yang baik untuk menghadapi potensi koreksi dalam jangka pendek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *