GemaWarta – 31 Juli 2026 | PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencetak laba bersih sebesar Rp 607 miliar di semester I 2026, berbalik dari kondisi rugi bersih sebesar Rp 580 miliar di periode yang sama tahun lalu. Kinerja positif tersebut direspon analis, dengan mayoritas memberikan rekomendasi beli (Buy) terhadap saham GOTO karena prospek profitabilitas yang dinilai semakin kuat.
GOTO membukukan pendapatan bersih sebesar Rp11 triliun sepanjang semester I 2026, atau mengalami pertumbuhan signifikan hingga 28 persen secara tahunan. Dari sisi profitabilitas operasional, perbaikan kinerja GOTO juga tecermin jelas pada indikator EBITDA yang disesuaikan. Sepanjang semester I 2026, perseroan berhasil mengantongi EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 1,9 triliun atau naik 134 persen YoY.
Manajemen GOTO optimis dan memutuskan untuk mempertahankan target EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh 2026 di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun. Meski demikian, manajemen melakukan penyesuaian target pada segmen On-Demand Services (ODS). Target EBITDA yang diturunkan untuk ODS diturunkan dari semula Rp 1,7 triliun–Rp 1,8 triliun menjadi Rp 1,4 triliun–Rp 1,5 triliun.
Sementara itu, PT Bank Jago Tbk (ARTO) melonjak sekitar 30% dalam sebulan terakhir. Selain dipicu isu aksi korporasi, penguatan dinilai berasal dari perbaikan fundamental ARTO. Pada penutupan perdagangan Kamis (30/7/2026), ARTO berada di level Rp 1.225 atau menguat 6,52%.
PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) membukukan laba bersih senilai US$32,52 juta pada semester I 2026, atau tumbuh dibandingkan US$29,30 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Direktur Utama SMDR, Bani Maulana Mulia dalam Paparan Publik di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026 menjelaskan, perseroan mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mencapai US$421,76 juta pada semester I-2026.
Perusahaan teknologi induk Gojek dan GoPay yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil membukukan kinerja positif di kuartal II-2026. GOTO mencatat laba bersih sebesar Rp252 miliar, membalikkan kerugian Rp375 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memutuskan membatalkan rencana pengalihan hingga 32,18 miliar saham treasuri yang sebelumnya disiapkan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dewan komisaris, dan entitas anak melalui skema Employee Stock Ownership Program (ESOP) dan Management Stock Ownership Program (MSOP).
Kesimpulan, GOTO membukukan laba bersih yang signifikan di semester I 2026, dengan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA yang disesuaikan. Sementara itu, ARTO dan SMDR juga membukukan kinerja positif, dengan ARTO melonjak sekitar 30% dalam sebulan terakhir dan SMDR membukukan laba bersih senilai US$32,52 juta pada semester I 2026.









