Bencana Alam

Gelombang Tinggi Mengganggu Aktivitas Penyeberangan dan Nelayan di Selat Bali

×

Gelombang Tinggi Mengganggu Aktivitas Penyeberangan dan Nelayan di Selat Bali

Share this article
Gelombang Tinggi Mengganggu Aktivitas Penyeberangan dan Nelayan di Selat Bali
Gelombang Tinggi Mengganggu Aktivitas Penyeberangan dan Nelayan di Selat Bali

GemaWarta – 01 Agustus 2026 | Gelombang tinggi dan angin kencang di Selat Bali telah memicu sistem buka tutup operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang menerapkan kebijakan ini untuk memastikan keselamatan pelayaran.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menyatakan bahwa penyesuaian operasional menjadi bagian dari mitigasi risiko untuk memastikan pelayaran tetap memenuhi standar keselamatan. Operasional penyeberangan hingga kini masih sangat bergantung pada perkembangan cuaca maritim, dan perubahan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang terjadi sewaktu-waktu menyebabkan layanan dibuka dan ditutup secara situasional berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dan rekomendasi otoritas.

🔖 Baca juga:
BMKG Prediksi Cuaca di Indonesia: Hujan Lebat dan Angin Kencang di Berbagai Wilayah

Selain itu, nelayan di Desa Pesinggahan, Klungkung, Bali, juga terkena dampak dari gelombang tinggi dan cuaca buruk. Mereka telah libur melaut selama tiga bulan karena cuaca yang tidak memungkinkan untuk melaut. Selain itu, mereka juga mengalami kesulitan membeli bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengingatkan tentang potensi gelombang sedang hingga tinggi dan angin kencang di Selat Bali. Tinggi gelombang di Selat Bali berpotensi mencapai 1,2 meter hingga 2 meter, terutama sekitar kawasan Taman Nasional Alas Purwo.

🔖 Baca juga:
Gempa Bumi Tektonik Guncang Wilayah Sukabumi, Terasa Hingga Cimahi dan Lembang

Gelombang tinggi juga melumpuhkan aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Satu kapal feri yang tengah berlayar dari Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar menuju Pelabuhan Bira terpaksa membatalkan pelayaran dan berputar balik ke Selayar setelah dihantam badai di tengah laut.

Kondisi cuaca berbahaya ini diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat diminta untuk menunda pelayaran yang tidak mendesak. Keselamatan pengguna jasa menjadi prioritas dalam pengoperasian penyeberangan, dan penyesuaian dilakukan ketika kecepatan angin maupun tinggi gelombang belum memenuhi standar keselamatan.

🔖 Baca juga:
Siklon Tropis Jangmi Menguat, Indonesia Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Kesimpulan, gelombang tinggi dan cuaca buruk di Selat Bali telah mengganggu aktivitas penyeberangan dan nelayan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang dan BMKG telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan pelayaran dan mengingatkan masyarakat tentang potensi gelombang sedang hingga tinggi dan angin kencang di Selat Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *