Nasional

Prabowo Subianto Dukung Pengembangan Padi Organik PS-08 untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional

×

Prabowo Subianto Dukung Pengembangan Padi Organik PS-08 untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional

Share this article
Prabowo Subianto Dukung Pengembangan Padi Organik PS-08 untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional
Prabowo Subianto Dukung Pengembangan Padi Organik PS-08 untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional

GemaWarta – 02 Agustus 2026 | Pengembangan varietas padi organik unggul baru bernama PS-08 di Kabupaten Pandeglang diproyeksikan mampu menjadikan Provinsi Banten sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang mandiri dan bebas tengkulak. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Aji menjelaskan bahwa varietas PS-08 memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Banten karena sangat cocok dengan kondisi lahan yang subur di wilayah tersebut.

Secara legalitas, varietas padi PS-08 saat ini tengah dalam proses sertifikasi yang ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan. Oleh karena itu, benih unggul ini belum diperjualbelikan secara umum dan eksklusif hanya digunakan oleh kelompok tani binaan Yayasan Bhakti Bela Negara. Dalam praktik pengembangannya, yayasan menerapkan sistem kemitraan terpadu bersama kelompok tani.

🔖 Baca juga:
Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tak Naik Sampai 2027, Kebijakan Stabilitas Energi Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengembangan padi organik PS-08 untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Ia juga menyoroti pentingnya peran penggilingan padi dalam mendukung pengembangan padi organik. Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa pihaknya akan mewajibkan seluruh penggilingan padi yang menjadi mitra maklon memiliki sertifikasi mulai 2027.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas cadangan beras pemerintah (CBP) sekaligus memastikan seluruh mitra memenuhi standar mutu pengolahan beras. Hanya penggilingan padi yang dinyatakan lulus sertifikasi yang dapat menjadi mitra maklon Bulog. Sebaliknya, penggilingan yang tidak memenuhi standar tidak dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan.

🔖 Baca juga:
Kurs Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.775: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Mata Uang Garuda?

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga membenarkan adanya penggilingan beras yang diduga memperoleh keuntungan hingga Rp2 triliun per bulan saat musim panen. Ia menegaskan bahwa praktik tersebut bukan keuntungan usaha yang wajar, melainkan terjadi melalui satu grup perusahaan yang memiliki banyak unit usaha dan menggunakan berbagai pola bisnis, termasuk maklon.

Praktik tersebut tidak hanya merugikan petani, tetapi juga menipu konsumen. Menteri Pertanian juga menyoroti ketimpangan penguasaan pasokan gabah nasional. Dari total produksi gabah sekitar 65 juta ton per tahun, sebanyak 1.056 penggilingan skala besar menguasai sekitar 40 persen pasokan atau setara 25 juta ton.

🔖 Baca juga:
Pencarian Gubernur Bank Indonesia Baru: Prabowo Mencari Calon dengan Nasionalisme Tinggi

Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional, pengembangan padi organik PS-08 dan penggilingan padi yang tersertifikasi menjadi salah satu langkah strategis. Dengan demikian, diharapkan kualitas beras yang dihasilkan dapat meningkat dan petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *