GemaWarta – 05 Agustus 2026 | Kabupaten Nunukan di Kalimantan Utara saat ini menghadapi beberapa tantangan besar, termasuk bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Hujan deras yang turun sejak Senin, 3 Agustus 2026, menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di beberapa kecamatan, seperti Nunukan dan Nunukan Selatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatat bahwa sedikitnya 435 unit rumah warga terendam banjir, dengan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur dan sawah.
Selain bencana alam, Nunukan juga menghadapi isu sosial yang cukup serius. Beberapa organisasi adat Dayak di Nunukan menyatakan sikap bersama untuk menuntut penghinaan terhadap suku Dayak di media sosial. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk memproses kasus tersebut secara profesional dan objektif, serta meminta penjatuhan sanksi adat sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Di tengah tantangan tersebut, Bupati Nunukan, Irwan Sabri, menyambut Kapolres Nunukan yang baru, AKBP Ruslaeni, dengan harapan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Nunukan dan Polri semakin kuat dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di wilayah perbatasan. Bupati juga berharap kolaborasi yang baik dapat membantu menangani berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Nunukan.
BPBD Nunukan telah melakukan berbagai upaya untuk menangani bencana banjir dan longsor, termasuk evakuasi harta benda warga terdampak, penyedotan air, dan gotong royong membersihkan puing-puing. Namun, pihak BPBD juga menyadari bahwa penanganan bencana ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Nunukan juga dapat menggunakan layanan kapal penumpang KM Lambelu yang singgah di Nunukan, Palu, Balikpapan, Makassar, dan Larantuka. KM Lambelu merupakan salah satu kapal penumpang andalan PT PELNI yang melayani pelayaran rute antarpulau di wilayah Indonesia Timur dan Kalimantan.
Untuk menghadapi tantangan yang dihadapi oleh Kabupaten Nunukan, diperlukan kerja sama yang solid antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan Nunukan dapat segera pulih dari bencana dan isu sosial yang melandanya, serta dapat terus maju dalam pembangunan dan kemajuan.











