GemaWarta – 07 Agustus 2026 | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Menurut Prof. Dr. Ir. Ikeu Tanziha, MS, Guru Besar Ilmu Gizi Masyarakat IPB, perbaikan gizi merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi tidak mungkin tercapai tanpa adanya perbaikan status gizi masyarakat.
Investasi pada program gizi memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. Setiap investasi sebesar satu dolar pada intervensi gizi mampu memberikan manfaat ekonomi hingga 16 dolar melalui peningkatan kapasitas fisik, kognitif, produktivitas, dan kualitas kesehatan masyarakat. Program MBG bukan sekadar program memberi makan, tetapi investasi produktif untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga mengembangkan teknologi untuk mendukung keamanan Program MBG, salah satunya melalui alat pendeteksi gas pembusukan berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Food Guard. Inovasi tersebut dipamerkan kepada Presiden Prabowo Subianto saat meninjau pameran hasil riset dan teknologi BRIN di Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memperkirakan penerima manfaat program MBG pada 2027 ada sebanyak 63 juta. Pemerintah memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kelompok masyarakat rentan dalam pelaksanaan Program MBG. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan adanya data ganda penerima manfaat program MBG sebanyak 6 juta.
Pemerintah menargetkan penyelesaian langkah-langkah prioritas tersebut dalam waktu dekat agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Program MBG diharapkan mampu mendukung upaya penurunan stunting sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di berbagai daerah, terutama wilayah yang masih membutuhkan perhatian khusus.
Dalam pelaksanaan Program MBG, pemerintah berharap dapat mempercepat penyelesaian langkah-langkah strategis untuk memperkuat kualitas gizi masyarakat. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif pada peningkatan kualitas SDM di Indonesia.





