GemaWarta – 10 Agustus 2026 | Kematian Sutrimo yang ditemukan di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memasuki babak baru. Kepolisian bakal segera melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo yang dimakamkan di kampung halamannya di Banyumas.
Keluarga almarhum Sutrimo melaporkan kematian Sutrimo ke polisi. Pihak keluarga mencurigai ada ketidakwajaran di balik kematian pria asal Desa Wlahar, Banyumas, itu. Polresta Banyumas kemudian melakukan pemeriksaan awal.
Polisi akan melakukan ekshumasi terhadap Sutrimo untuk mengetahui penyebab kematian. Pemeriksaan akan dilakukan guna menentukan apakah kematian Sutrimo memang tidak wajar seperti yang dilaporkan oleh keluarganya.
Polisi juga akan memeriksa dokter di RS Muhamadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani Sutrimo. Pelapor juga meminta polisi melakukan ekshumasi jasad Sutrimo.
Keluarga Sutrimo menyatakan akan bersikap kooperatif dan siap mendukung kepolisian jika diperlukan tindakan ekshumasi dan autopsi ulang terhadap jenazah almarhum. Langkah ini diambil menyusul laporan resmi yang dilayangkan keluarga ke Polresta Banyumas.
Perwakilan keluarga almarhum, Abi, menegaskan bahwa pihak keluarga tidak akan menghalangi proses penyidikan dan siap menyerahkan seluruh prosedur medis yang dibutuhkan penyidik kepolisian demi menyingkap tabir penyebab kematian Sutrimo.
Kematian Sutrimo telah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Dalam laporan itu, disebutkan Sutrimo meninggal dalam kondisi yang tak wajar. Polisi pun bakal mendalami identitas Febrio Adiono, salah satu pengantar jasad Sutrimo.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa kematian Sutrimo masih dalam penyelidikan dan polisi akan melakukan ekshumasi dan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian. Keluarga Sutrimo siap mendukung proses penyidikan dan menyerahkan prosedur medis yang dibutuhkan.











