Bencana Alam

Gempa Dahsyat di Kolombia, Ratusan Orang Meninggal dan Infrastruktur Hancur

×

Gempa Dahsyat di Kolombia, Ratusan Orang Meninggal dan Infrastruktur Hancur

Share this article
Gempa Dahsyat di Kolombia, Ratusan Orang Meninggal dan Infrastruktur Hancur
Gempa Dahsyat di Kolombia, Ratusan Orang Meninggal dan Infrastruktur Hancur

GemaWarta – 11 Agustus 2026 | Gempa bumi dahsyat dengan magnitudo 7,4 telah mengguncang Kolombia, menyebabkan ratusan orang meninggal dan infrastruktur hancur. Menurut data terbaru, sedikitnya 132 orang meninggal dunia dan 570 korban lainnya mengalami luka-luka akibat bencana skala besar ini.

Dampak kehancuran terparah berpusat di Kota Pereira yang melaporkan 60 korban jiwa dalam satu wilayah saja. Bencana ini juga memaksa otoritas penerbangan menghentikan aktivitas operasional di 7 bandara udara nasional secara mendadak.

🔖 Baca juga:
Noah Sadiki dan RD Kongo Siap Tantang Kolombia di Piala Dunia 2026

Asosiasi Kota-Kota Ibu Kota Kolombia mengonfirmasi sedikitnya 86 gedung runtuh total usai mengikuti rapat darurat penanganan bencana bersama presiden. Tim penyelamat kini terus menyisir puing-puing bangunan untuk mencari penyintas yang terperangkap.

Lumpuhnya infrastruktur transportasi udara memperlambat pengiriman bantuan medis menuju pusat bencana di wilayah barat. Pemerintah pusat mengarahkan seluruh unit tanggap darurat untuk memprioritaskan evakuasi di titik-titik kerusakan terparah.

Guncangan kuat kali ini langsung membangkitkan ingatan kelam masyarakat lokal atas peristiwa serupa di lokasi yang sama. Kenangan pahit bencana seperempat abad silam kembali menghantui warga kawasan pegunungan tersebut.

🔖 Baca juga:
SPMB SMA Jogja 2026: Pendaftaran Jalur Prestasi Dibuka, Cek Syarat dan Jadwal

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga turut ambil bagian dalam penanganan bencana ini. Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati mengatakan penanganan gempa Yogyakarta pada 2006 oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi pembelajaran penting bidang kebencanaan.

BNPB berkeinginan untuk mengusung ide membangun resiliensi bangsa yang dimulai dari pelokalan di masyarakat. Untuk membangun resiliensi bangsa harus dimulai dari masyarakat sebagai people centered approach.

BNPB juga menggelar seminar pendahuluan di Yogyakarta terkait peran dari lokal menuju penguatan ketahanan masyarakat hingga level nasional. BNPB mengundang Gubernur DIY untuk berbagi pengalaman dalam The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) pada 9-10 September 2026.

🔖 Baca juga:
Pertandingan Seru Portugal vs Kolombia di Piala Dunia 2026

Kesimpulan dari bencana ini adalah bahwa pentingnya penanganan bencana yang cepat dan efektif untuk mengurangi dampak bencana. Selain itu, juga penting untuk membangun resiliensi bangsa dengan memulai dari masyarakat sebagai people centered approach.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *