GemaWarta – 10 Agustus 2026 | Kapal Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, telah menjadi perhatian utama Badan SAR Nasional (Basarnas). Setelah melakukan penyisiran dan pemantauan selama empat hari, Basarnas akhirnya mengakhiri monitoring aktif karena tidak ditemukan indikasi keberadaan kapal maupun korban yang mungkin masih belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, mengatakan bahwa keputusan untuk mengakhiri monitoring aktif diambil pada hari ketujuh setelah insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. Ia menjelaskan bahwa monitoring aktif dilakukan setelah status operasi SAR dialihkan menjadi kegiatan pemantauan pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Basarnas mengerahkan sejumlah alat utama sistem keselamatan (alutsar) untuk menyisir area perairan utara Madura secara komprehensif. Jalur laut disisir menggunakan KN SAR 249 Permadi dan satu unit RIB dari Pos SAR Sumenep. Pemantauan dari udara juga dilakukan menggunakan helikopter Basarnas AW139 HR1301 untuk memperluas cakupan area pencarian.
Ia menambahkan bahwa dengan berakhirnya monitoring aktif, Kantor SAR Kelas A Surabaya selanjutnya menempatkan personel dalam posisi siaga untuk mengantisipasi kondisi kedaruratan lainnya. Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii telah mengalihkan operasi SAR khusus menjadi operasi kesiapsiagaan setelah seluruh 238 korban berhasil terdata dan dievakuasi.
Insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II telah menewaskan 5 orang dan menyelamatkan 233 orang. Basarnas telah melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi dengan cepat dan efektif. Namun, masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab, seperti penyebab kebakaran dan jumlah korban yang sebenarnya.
Keluarga korban juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan terus memperjuangkan hak dan kejelasan data manifes terkait insiden itu. Mereka juga meminta agar pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.
Dalam kesimpulan, insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II telah menjadi perhatian utama masyarakat dan pemerintah. Basarnas telah melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi dengan cepat dan efektif, namun masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Keluarga korban akan terus memperjuangkan hak dan kejelasan data manifes terkait insiden itu.









