GemaWarta – 13 Agustus 2026 | Pembunuhan bos konter Ambarawa, Candra Waskito, telah mengejutkan masyarakat. Candra, yang berusia 25 tahun, ditemukan tewas di dalam mobilnya di Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Ia merupakan pemilik konter gawai Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Menurut polisi, Candra dibunuh oleh dua orang temannya, Didit Panggih Pamulihan (20) dan Taufik Ilham (25), yang berpura-pura membeli ponsel di konter milik korban. Mereka melakukan pemukulan menggunakan palu saat korban lengah, kemudian membuang jasad korban ke dalam bagasi mobil.
Pembunuhan ini telah menyisakan duka mendalam bagi orang-orang terdekat Candra, termasuk pacarnya yang telah merencanakan pernikahan pada bulan Januari 2027. Candra telah membeli dan merenovasi rumah di Desa Wirogomo untuk ditempati bersama calon istrinya.
Polisi telah menangkap kedua tersangka dan sedang melakukan pendalaman dan pengembangan kasus. Motif utama aksi keji ini dipastikan murni karena faktor ekonomi, karena salah satu tersangka memiliki utang akibat bisnis yang dijalankannya.
Kasus ini telah menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan banyak orang yang mengungkapkan kesedihan dan kekecewaan atas kematian Candra. Warga Desa Wirogomo juga berduka atas pembunuhan Candra, yang dikenal sebagai sosok yang dermawan dan rajin bersedekah.
Polisi telah memeriksa seorang perempuan berinisial V, yang merupakan teman dekat salah satu tersangka, namun tidak ditemukan keterkaitan dengan kasus perampokan dan pembunuhan tersebut.
Dalam proses penangkapan, polisi menemukan bahwa pelaku menggunakan aplikasi ojek online untuk kembali ke Ambarawa setelah membuang mobil korban. Hal ini menjadi kunci penangkapan pelaku.
Kematian Candra telah meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi orang-orang terdekatnya, serta masyarakat yang terkejut atas kejadian ini. Kasus ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan diri sendiri dan orang lain.







