Kriminal

Tragedi Mengguncang Surabaya: Gelagat Kakek 4 Cucu Sebelum Tewas Ditusuk Usai Cekcok Asmara

×

Tragedi Mengguncang Surabaya: Gelagat Kakek 4 Cucu Sebelum Tewas Ditusuk Usai Cekcok Asmara

Share this article
Tragedi Mengguncang Surabaya: Gelagat Kakek 4 Cucu Sebelum Tewas Ditusuk Usai Cekcok Asmara
Tragedi Mengguncang Surabaya: Gelagat Kakek 4 Cucu Sebelum Tewas Ditusuk Usai Cekcok Asmara

GemaWarta – 01 Mei 2026 | Surabaya, 31 April 2026 – Sebuah insiden mengerikan mengguncang warga Surabaya ketika seorang kakek berusia 68 tahun yang dikenal akrab dengan empat cucunya ditemukan tewas tertusuk di sebuah gang kecil di Kelurahan Gubeng, Kecamatan Genteng. Menurut saksi mata, sebelum kejadian korban sempat terlibat cekcok sengit dengan salah satu cucunya, Rian (21), yang diduga terpicu oleh masalah asmara pribadi.

Kasus bermula pada sore hari ketika keluarga berkumpul di kediaman korban untuk merayakan ulang tahun ke-70 sang kakek. Acara sederhana itu berubah menjadi tegang setelah Rian mengungkapkan rasa cemburu terhadap pacarnya, Siti (19), yang baru saja kembali dari luar kota. Rian mengaku bahwa Siti pernah mengirimkan pesan singkat yang mengandung nada menggoda kepada seorang pria lain, memicu kemarahan kakek yang berusaha menegur cucunya secara keras.

🔖 Baca juga:
Bule Italia Ditilang di Denpasar: Teriakan ‘Korupsi’ Geger Media, Polisi Amankan dan Rencanakan Deportasi

“Saya hanya ingin melindungi cucu saya dari sakit hati,” ujar kakek tersebut, namun kata-katanya malah menyinggung perasaan Rian yang sedang berada di bawah pengaruh minuman keras ringan. Rian menanggapi dengan mengeluarkan kata‑kata provokatif, menyebut kakek “pembuat suasana jadi tegang” dan menuduhnya terlalu mengatur hidup cucunya.

Ketegangan memuncak ketika Rian, dalam keadaan emosional, berlari masuk ke dalam rumah dan mengambil sebuah pisau dapur berukuran sedang. Saksi menyebutkan bahwa Rian kemudian keluar kembali ke gang, mengarah ke punggung kakek dan menusuknya dari belakang. Korban jatuh terhuyung, lalu terkulai tak bernyawa di lantai.

Polisi setempat, Kapolres Surabaya, AKBP Budi Santoso, menjelaskan bahwa tim forensik menemukan luka tusuk menembus organ dalam kakek, yang menjadi penyebab utama kematian. “Berdasarkan hasil otopsi, korban meninggal karena perdarahan hebat akibat luka tusuk pada area perut,” kata Budi dalam konferensi pers pada malam harinya.

  • Korban: Bapak Hadi (68), warga Surabaya.
  • Pelaku: Rian (21), cucu korban.
  • Lokasi: Gang Pakuwon, Kelurahan Gubeng, Kecamatan Genteng.
  • Waktu kejadian: 19.45 WIB, 30 April 2026.

Rian segera diamankan oleh tim Brimob dan dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selama proses interogasi, pelaku mengaku bahwa ia tidak bermaksud membunuh, melainkan bertindak secara impulsif karena perasaan terluka dan marah.

🔖 Baca juga:
Begal Petugas Damkar di Gambir: 5 Pelaku Ditangkap Bersama Wanita di Hotel, Mengungkap Jejak Residivisme

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini akan diproses dengan pasal pembunuhan berencana dalam Kitab Undang‑Undang Hukum Pidana (KUHP). “Setiap orang yang menghilangkan nyawa orang lain secara sengaja dapat dipidana maksimal 15 tahun penjara,” ujar Budi menegaskan.

Kasus ini menimbulkan perdebatan luas di kalangan masyarakat Surabaya mengenai peran alkohol ringan dalam memicu kekerasan domestik serta dampak konflik asmara yang belum terselesaikan. Pakar psikologi, Dr. Siti Marlina, mengingatkan bahwa tekanan emosional pada remaja dapat memicu perilaku agresif, terutama bila didukung oleh konsumsi alkohol.

Selain itu, penyelidikan juga akan menelusuri asal‑usul minuman keras yang dikonsumsi oleh keluarga pada malam kejadian. Polisi masih mengumpulkan bukti video CCTV di sekitar lokasi dan meminta masyarakat yang memiliki rekaman atau informasi terkait untuk melapor.

Kasus ini menjadi sorotan media nasional karena melibatkan dinamika keluarga multigenerasi serta motif asmara yang kompleks. Sebelum insiden, kakek Hadi dikenal sebagai sosok yang selalu menyokong pendidikan cucunya, namun perselisihan pribadi akhir‑akhir ini tampak mengganggu keharmonisan keluarga.

🔖 Baca juga:
Warga Makassar Hujani Geng Motor dengan Busur, Remaja Diserang Parang: Kronologi Kejam Geng Motor Makassar

Warga sekitar menyatakan rasa duka yang mendalam sekaligus keprihatinan atas kejadian tragis ini. “Kami tidak menyangka terjadi hal sekejam ini di lingkungan kami,” kata Ibu Lina, tetangga korban. “Semoga pihak berwajib dapat menuntaskan kasus ini dengan adil dan memberikan pelajaran bagi semua orang tentang pentingnya mengendalikan emosi.

Polisi Surabaya menegaskan akan terus mengusut tuntas semua aspek kasus, termasuk kemungkinan adanya unsur provokasi eksternal yang dapat memengaruhi perilaku pelaku. Hingga kini, penyelidikan masih berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya perkembangan baru yang dapat mengubah narasi awal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *