GemaWarta – 13 Agustus 2026 | Indonesia siap menjadi pusat teknologi kebencanaan dunia. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyatakan bahwa target Indonesia adalah mencapai kemandirian teknologi kebencanaan dan tidak sekadar menjadi wilayah pengujian atau pasar produk asing.
Menurut Pratikno, Indonesia memerlukan transformasi informasi teknologi menjadi aksi nyata di lapangan melalui penguatan Aksi Merespons Peringatan Dini. "Peringatan dini hanya akan bermakna jika diikuti dengan aksi dini. Jangan sampai teknologi canggih hanya berhenti di ruang kendali, informasi harus menjadi aksi yang menyelamatkan warga," ujar Pratikno.
Pratikno menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat kemampuan teknologi kebencanaan dalam negeri. "Target kita jelas: Indonesia menjadi Center of Excellence teknologi kebencanaan dunia bukan hanya laboratorium bencana apalagi supermarket bencana. Indonesia ingin mencapai kemandirian teknologi dan terus mendorong industri kebencanaan dalam negeri," katanya.
Pratikno juga mengundang para mitra dan investor internasional untuk menjalin kerja sama alih teknologi, penelitian bersama, serta investasi langsung guna memperkuat kapasitas kebencanaan nasional.
Sementara itu, dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Pratikno memimpin langsung peninjauan lokasi dan koordinasi penanganan. "Kita harus bekerja keras untuk memadamkan api secepat mungkin," ujarnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan dua titik api yang masih tersisa dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS dapat dipadamkan pada pekan ini. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa pemerintah menyiagakan tiga unit helikopter water bombing untuk membantu proses pemadaman.
Dalam upaya penanganan bencana, pemerintah juga menggelar pameran internasional Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Expo 2026 di Jakarta. Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 80 perusahaan dari dalam dan luar negeri yang menawarkan teknologi dan solusi untuk pencegahan, mitigasi, tanggap darurat, keselamatan, hingga pemulihan pascabencana.
Dengan demikian, Indonesia siap menjadi pusat teknologi kebencanaan dunia dan meningkatkan kemampuan penanganan bencana dalam negeri.











