GemaWarta – 14 Agustus 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengalami perubahan kepemimpinan dengan digantinya Nanik S Deyang oleh Sudaryono. Perubahan ini terjadi karena kondisi kesehatan Nanik yang menurun. Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Nanik mengundurkan diri karena harus fokus menjalani pengobatan jantung.
Sudaryono, kepala BGN yang baru, menekankan pentingnya literasi gizi dalam mengedukasi masyarakat tentang kandungan gizi dalam makanan. Ia menyatakan bahwa banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman yang tepat tentang kandungan gizi, contohnya adalah rumor bahwa mengonsumsi telur dapat menyebabkan bisul.
Menurut Sudaryono, literasi gizi dapat membantu guru menjelaskan kepada murid tentang kandungan gizi dalam makanan, seperti protein yang terkandung dalam telur dan serat yang terkandung dalam sayur. Ia berharap bahwa melalui literasi gizi, masyarakat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan dan gizi.
Perubahan kepemimpinan di BGN ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pelaksanaan program MBG di bawah kepemimpinan baru sudah berjalan membaik.
Namik S Deyang sebelumnya telah menjabat sebagai Kepala BGN dan telah berkontribusi besar dalam program MBG. Namun, karena kondisi kesehatannya, ia harus mengundurkan diri dan digantikan oleh Sudaryono.
Dalam beberapa waktu terakhir, telah terjadi spekulasi tentang kemungkinan perubahan kabinet di Indonesia. Namun, pemerintah telah membantah spekulasi tersebut dan menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk melakukan perubahan kabinet.











