GemaWarta – 15 Agustus 2026 | Pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 sampai desil 10, telah menjadi salah satu dasar penentuan sasaran program bantuan sosial. Desil ini digunakan untuk membantu pengelompokan kesejahteraan masyarakat dan menjadi salah satu dasar untuk mendukung penyaluran program pemerintah agar lebih tepat sasaran.
Desil 1-4 merupakan kelompok prioritas dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial, sedangkan desil 5-10 merupakan kelompok menengah ke atas hingga kelompok paling mampu. Masyarakat dapat mengecek desil yang tercatat dalam data pemerintah melalui situs resmi DTSEN, aplikasi Cek Bansos, atau melalui desa/kelurahan atau dinas sosial.
Jika hasilnya dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data. Pengajuan pembaruan desil DTSEN tidak otomatis membuat desil turun, tetapi data yang disampaikan perlu melalui proses verifikasi dan selanjutnya desil dihitung kembali oleh BPS secara berkala.
Pengelompokan desil ini didasarkan pada berbagai indikator sosial dan ekonomi, antara lain identitas kependudukan, pendidikan, pekerjaan, kondisi tempat tinggal, akses sanitasi dan air minum, kesehatan, kepemilikan aset, hingga kepemilikan usaha. Desil bersifat dinamis sehingga hasilnya dapat berubah mengikuti pembaruan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
DTSEN terus dimutakhirkan untuk memastikan data yang digunakan tetap akurat dan terkini. Kementerian Sosial (Kemensos) juga menjelaskan bahwa desil dapat diperbarui apabila tidak sesuai dengan kondisi nyata. Setelah data diperbarui, desil akan dihitung kembali oleh BPS secara periodik.
Kesimpulan, desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran program bantuan sosial. Masyarakat dapat mengecek desil yang tercatat dalam data pemerintah dan mengajukan pembaruan data jika hasilnya dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.







