GemaWarta – 15 Agustus 2026 | Massa dari berbagai elemen ormas menggelar demonstrasi di depan Gedung Orang Tua (OT) di Jakarta Barat. Aksi ini merupakan bentuk kecaman keras atas dugaan penistaan agama yang terkait dengan produk minuman beralkohol Newport milik Orang Tua Group.
Massa yang terdiri dari berbagai ormas, termasuk FPI dan FBR, memadati ruas jalan di depan Gedung OT. Mereka menuntut permohonan maaf dari pihak OT Group atas dugaan penistaan agama yang dilakukan.
Perwakilan massa dari FPI, Syahrul Ahadi, menjelaskan bahwa tuntutan massa adalah meminta permohonan maaf dari pihak OT Group. Mereka menyebut bahwa kemarahan umat Islam akan mereda setelah adanya permohonan maaf dari pihak OT Group.
Pihak OT Group melalui Direktur Newport, Handoko Sasongko, kemudian menemui massa dan meminta maaf atas dugaan penistaan agama yang dilakukan.
Aksi demonstrasi ini berlangsung lancar dan tertib. Massa membubarkan diri sekitar pukul 16.00 WIB, dan lalu lintas di depan Gedung OT kembali lancar.
Kepolisian mengerahkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan lokasi dan mengurai kemacetan lalu lintas. Aparat kepolisian berjaga ketat di sekitar area demonstrasi, terutama di depan gerbang utama Gedung OT.
Dalam aksi demonstrasi ini, massa menyampaikan tuntutan mereka dengan menggunakan pengeras suara. Mereka menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelecehan ayat suci Al-Qur'an.
Setelah melakukan dialog dan berdiskusi dengan pihak OT, sejumlah massa kemudian membubarkan diri secara tertib. Ketua Korwil Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Barat, Mudjamil Saleh, mengungkapkan bahwa kehadiran ormasnya bertujuan untuk menuntut pertanggungjawaban serta meminta klarifikasi langsung dari pihak manajemen.
Dalam orasinya, Mudjamil menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelecehan ayat suci. "Hari ini FBR hadir untuk membela dan menjaga firman-firman Allah yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah SAW. Tidak ada kata tawar-menawar untuk membela Al-Qur'an," ujarnya.
Kesimpulan dari aksi demonstrasi ini adalah bahwa massa dari berbagai elemen ormas menuntut permohonan maaf dari pihak OT Group atas dugaan penistaan agama. Aksi demonstrasi ini berlangsung lancar dan tertib, dan pihak OT Group telah meminta maaf atas dugaan penistaan agama yang dilakukan.











