Bencana Alam

Gempa Bandung: Dampak dan Tanggapan Masyarakat

×

Gempa Bandung: Dampak dan Tanggapan Masyarakat

Share this article
Gempa Bandung: Dampak dan Tanggapan Masyarakat
Gempa Bandung: Dampak dan Tanggapan Masyarakat

GemaWarta – 16 Agustus 2026 | Gempa bumi berkekuatan 7,7 yang terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menyebabkan dampak yang signifikan di wilayah tersebut. Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menemukan indikasi bencana likuifaksi di wilayah Waekokak, yang ditandai dengan adanya mata air yang keluar beberapa saat setelah gempa terjadi.

Menurut Kepala Badan Geologi ESDM, Lana Saria, likuifaksi yang terjadi tidak seperti yang terjadi di Palu, dan masih dalam kategori relatif aman. Namun, dampak yang ditimbulkan dari likuifaksi ini adalah kerusakan tanah, pondasi yang relatif rendah hingga sedang.

🔖 Baca juga:
Gempa Bumi Mengguncang Malang dan Pacitan, Berpotensi Tsunami atau Tidak?

Sementara itu, warga NTT di Jawa Barat masih menunggu informasi lengkap dari pemerintah daerah terkait kondisi di sejumlah wilayah NTT setelah terjadi gempa bumi. Penanggung jawab Asrama NTT di Jawa Barat, Yohanes Joni Ribeiro, mengatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi dari Pemerintah Provinsi NTT maupun kantor penghubung NTT di Jakarta terkait dampak bencana tersebut.

Di lain pihak, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia telah memperkuat transformasi kinerja melalui optimalisasi jaringan penerbangan domestik. Langkah tersebut kali ini direalisasikan melalui pengoperasian kembali rute langsung Bandung–Denpasar pulang-pergi, yang sekaligus menandai kembalinya layanan Garuda Indonesia dari Bandara Husein Sastranegara.

🔖 Baca juga:
Ambles: Dari Saham ke Bencana Alam, Apa yang Terjadi?

Kondisi jalan di Banjarwangi-Singajaya, Kabupaten Garut, juga telah menjadi perhatian. Vokalis grup band Voice Of Baceprot, Marsya, mengkritik kondisi jalan yang rusak parah dan sudah lama tidak diperbaiki, yang menyulitkan masyarakat yang melintasi jalan tersebut.

Dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi, penting untuk tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan serta mengikuti arahan petugas. Masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terhadap bangunan setelah terjadi gempa bumi, dan tidak terpancing atas isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

🔖 Baca juga:
Fenomena Meteor Jatuh di Jawa: Kronologi dan Penyebab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *