GemaWarta – 17 Agustus 2026 | Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58.23 WITA, menyebabkan kerusakan parah dan berdampak besar pada masyarakat setempat. Pemerintah dengan cepat mengambil langkah-langkah penanganan dan pemulihan untuk membantu korban gempa.
Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang biasanya disalurkan kepada anak-anak sekolah, untuk sementara dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi korban gempa. Hal ini dilakukan karena beberapa sekolah yang rusak atau diliburkan, sehingga 71 Satuan Pelayanan Pelayanan Gizi (SPPG) atau dapur MBG dapat difungsikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.
Selain itu, pemerintah juga menyarankan pembangunan dua posko bantuan untuk mendukung penanganan pengungsi dan korban gempa, yakni posko timur Flores dan posko barat Flores. Posko timur Flores akan menangani wilayah Ende, Sikka, Ngada, dan sekitarnya, sementara posko barat Flores akan berlokasi di Labuan Bajo untuk menangani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Gempa tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, tetapi juga berdampak terhadap layanan telekomunikasi di wilayah terdampak. Sejumlah operator telekomunikasi, seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Smart, melakukan penanganan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) juga tanggap melakukan langkah percepatan pemulihan layanan telekomunikasi dan digital pasca gempa bumi. Telkom mengerahkan sumber daya teknis serta mengoptimalkan sistem suplai listrik cadangan untuk menjaga konektivitas masyarakat tetap tersedia di tengah kondisi darurat.
Pemerintah terus mempercepat penanganan dampak gempa bumi pada hari kedua pascabencana di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut mencakup percepatan perbaikan layanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa layanan kesehatan harus disiapkan segera, dan rumah sakit lapangan dalam proses untuk disiapkan, selain tentu saja adalah renovasi rumah sakit yang ada. Selain itu, pemerintah juga akan terus memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, baik selama menjalani perawatan maupun saat berada di pengungsian.
Kesimpulan, pemerintah terus berupaya untuk membantu korban gempa NTT dengan mengambil langkah-langkah penanganan dan pemulihan. Dengan percepatan perbaikan layanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan penanganan infrastruktur telekomunikasi, diharapkan masyarakat terdampak dapat segera mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.











