GemaWarta – 30 April 2026 | Pasar smartphone midrange semakin kompetitif, terutama dalam segmen yang menggabungkan performa kuat, kamera stabil, dan harga bersahabat. Dua kandidat utama yang sering dibandingkan adalah Samsung Galaxy M54 dan Xiaomi Redmi Note 13 Pro. Kedua perangkat menargetkan pengguna yang menginginkan pengalaman premium tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, namun masing‑masing memiliki keunggulan yang berbeda.
Galaxy M54 hadir dengan layar Super AMOLED 6,7 inci beresolusi Full HD+ dan refresh rate 120Hz, memberikan visual yang halus untuk streaming maupun gaming ringan. Ditenagai chipset Exynos 1380, perangkat ini dipasangkan dengan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB, cukup untuk multitasking dan menyimpan media berukuran besar. Kamera utama 108 MP dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS), memastikan foto malam tetap tajam dan video stabil tanpa goyangan. Baterai berkapasitas 6000 mAh dilengkapi dengan pengisian cepat 25W, cukup untuk penggunaan seharian penuh.
Di sisi lain, Redmi Note 13 Pro menonjolkan sensor utama 200 MP yang juga didukung OIS, serta tambahan Electronic Image Stabilization (EIS) untuk perekaman video. Mengusung chipset Snapdragon 7s Gen 2, perangkat ini menawarkan kecepatan prosesor yang sedikit lebih tinggi dibanding Exynos 1380, terutama dalam tugas gaming dan aplikasi berat. RAM 12 GB dan penyimpanan 512 GB memberikan ruang ekstra bagi pengguna yang suka menyimpan foto, video, serta aplikasi dalam jumlah besar. Layar AMOLED 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz dan dukungan Dolby Vision menambah nilai visual. Baterainya berkapasitas 5100 mAh dengan pengisian cepat 33W.
Berikut perbandingan singkat spesifikasi utama kedua model:
| Model | Kamera Utama | Stabilisasi | RAM/Storage | Baterai | Harga (perkiraan) |
|---|---|---|---|---|---|
| Galaxy M54 | 108 MP | OIS | 8 GB / 256 GB | 6000 mAh | Rp2.799.000 |
| Redmi Note 13 Pro | 200 MP | OIS + EIS | 12 GB / 512 GB | 5100 mAh | Rp2.399.000 |
Dari segi fotografi, Redmi Note 13 Pro memiliki resolusi sensor yang lebih tinggi, yang berarti detail gambar lebih tajam, terutama pada pencahayaan yang cukup. Namun, OIS pada Galaxy M54 tetap kompetitif untuk kondisi low‑light, berkat algoritma pemrosesan Samsung yang sudah teruji. Untuk video, kombinasi OIS dan EIS pada Redmi Note 13 Pro menghasilkan rekaman yang lebih halus saat bergerak, cocok untuk vloggers dan pembuat konten TikTok.
Segi performa harian, Snapdragon 7s Gen 2 pada Redmi Note 13 Pro sedikit unggul dalam benchmark CPU dan GPU, sehingga aplikasi berat dan game modern berjalan lebih lancar. Namun, Exynos 1380 pada Galaxy M54 tidak kalah dalam penggunaan sehari‑hari seperti browsing, media sosial, dan streaming video. Kedua ponsel mendukung jaringan 5G, sehingga kecepatan internet tidak menjadi hambatan.
Dari perspektif daya tahan, baterai 6000 mAh pada Galaxy M54 memberi keunggulan daya tahan lebih lama, ideal bagi pengguna yang jarang mengisi daya. Pengisian cepat 25W cukup memadai, meski tidak secepat 33W pada Redmi Note 13 Pro. Bagi mereka yang mengutamakan kecepatan pengisian, Redmi Note 13 Pro memiliki nilai plus.
Kesimpulannya, pilihan antara Galaxy M54 dan Redmi Note 13 Pro tergantung pada prioritas masing‑masing pengguna. Jika kamera beresolusi tinggi dan kecepatan pengisian menjadi faktor utama, Redmi Note 13 Pro layak dipertimbangkan. Namun, bagi yang menginginkan daya tahan baterai lebih lama dengan harga bersaing, Galaxy M54 tetap menjadi pilihan menarik di kelas midrange.











