GemaWarta – 30 April 2026 | PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi memulai program buyback saham pada 28 April 2026, menandai langkah strategis perusahaan dalam mengelola modal dan menegaskan kepercayaan pada fundamental bisnisnya. Program ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang berlangsung pada 12 Maret 2026.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan bahwa aksi korporasi ini merupakan sinyal optimisme di pasar modal Indonesia. “Pelaksanaan buyback merupakan wujud keyakinan kami atas fundamental bisnis perseroan,” ujar Hendra dalam keterangan tertulis pada Rabu, 29 April 2026. Ia menambahkan bahwa BCA senantiasa mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta seluruh peraturan yang berlaku.
Berikut adalah poin-poin utama program buyback saham BCA:
- Jumlah maksimal yang akan dibeli kembali: Rp5 triliun.
- Periode pelaksanaan: 12 bulan, dimulai 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027, dapat dihentikan lebih awal sesuai ketentuan perundang‑undangan.
- Target utama: meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan menstabilkan harga saham di bursa.
- Pengaruh pada laporan keuangan: tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan atau operasional perusahaan.
Secara finansial, BCA mencatat kinerja yang solid pada tahun 2025. Laba bersih konsolidasi tercatat Rp57,5 triliun, naik 4,9% secara tahunan. Total kredit tumbuh 7,7% menjadi Rp993 triliun, sementara total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 10,2% menjadi Rp1.249 triliun. Pada kuartal I 2026, laba konsolidasi mencapai Rp14,7 triliun, memperkuat posisi BCA sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia.
| Indikator | 2025 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Laba Bersih Konsolidasi | Rp57,5 triliun | +4,9% |
| Total Kredit | Rp993 triliun | +7,7% |
| DPK | Rp1.249 triliun | +10,2% |
Selain program buyback, RUPST juga menyetujui rasio dividen sebesar 72% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen tunai yang diumumkan mencapai Rp336 per saham, terdiri dari dividen interim Rp55 per saham yang telah dibayarkan pada 22 Desember 2025, dan dividen final Rp281 per saham yang akan segera dibayarkan.
Manajemen BCA menegaskan bahwa pelaksanaan buyback saham akan memperhatikan dinamika pasar secara cermat. “Kami mengungkapkan apresiasi sebesar‑banyanya atas kepercayaan dan dukungan dari segenap pemegang saham. BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan prudent pada tahun 2026,” tutup Hendra.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas saham BCA, memperkuat kepercayaan investor, serta memberikan sinyal positif bagi seluruh pelaku pasar modal Indonesia. Dengan komitmen kuat terhadap tata kelola yang baik, BCA memperlihatkan kesiapan menghadapi tantangan ekonomi global sambil tetap berfokus pada pertumbuhan domestik yang berkelanjutan.











