OLAHRAGA

Umuh Muchtar Bantai Tuduhan Rasisme Marc Klok: Bohong Karena Kekalahan Bhayangkara

×

Umuh Muchtar Bantai Tuduhan Rasisme Marc Klok: Bohong Karena Kekalahan Bhayangkara

Share this article
Umuh Muchtar Bantai Tuduhan Rasisme Marc Klok: Bohong Karena Kekalahan Bhayangkara
Umuh Muchtar Bantai Tuduhan Rasisme Marc Klok: Bohong Karena Kekalahan Bhayangkara

GemaWarta – 04 Mei 2026 | Setelah laga seru antara Persib Bandung melawan Bhayangkara FC yang berakhir dengan skor 4-2, muncul tuduhan bahwa kapten Tim Persib, Marc Klok, melakukan tindakan rasisme. Tuduhan tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan kalangan pecinta sepak bola Indonesia.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, tidak tinggal diam. Dalam konferensi pers yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu, 3 Mei 2026, ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah “bohong” dan menuduh bahwa hal itu muncul semata-mata karena Bhayangkara mengalami kekalahan.

🔖 Baca juga:
Drama Liga Spanyol: Real Madrid Gagal Tekuk Betis, Barcelona Siap Menyerang Getafe

“Enggak, itu bohong! Itu bohong, karena dia (Bhayangkara) kalah terus mengada-ada itu, jangan begitulah ya. Sumardji katanya dengar, dengar dari mana? Kan jauh, dia ada di atas, bagaimana bisa dengar? Ya?” ujar Umuh Muchtar dengan tegas.

Ia menambahkan bahwa ia telah meminta klarifikasi langsung kepada Marc Klok. Dari penjelasan sang pemain, Umuh semakin yakin tidak ada unsur Marc Klok rasisme dalam insiden tersebut. “Dia bersumpah sama saya. Istri saya saja orang hitam, ya gimana masa saya harus rasis dan membawa nama orang hitam itu ya. Gitu,” kata Marc Klok, yang kemudian disampaikan oleh Umuh.

Umuh Muchtar juga menegaskan bahwa isu tersebut tidak mengganggu persiapan tim menjelang laga penting berikutnya melawan PSIM Yogyakarta pada Senin, 4 Mei 2026. “Enggak ada pengaruh, enggak ada pengaruh besok main kita ya, habis-habisan lah ya,” jelasnya.

🔖 Baca juga:
Fajar Alfian Buktikan Kepiawaian di Uber Cup 2026: Indonesia Raih Jalan ke Semifinal

Menatap pertandingan melawan PSIM, bos Persib mengingatkan seluruh pemain agar tidak meremehkan lawan. Ia menekankan pentingnya menjaga konsentrasi dan tidak menganggap lawan lebih lemah. “Saya minta kepada semua pemain, ya terutama ke Bojan, jangan dianggap bahwa dia (PSIM) klub di bawah, (anggap) lawan yang setara dan mereka lebih berat,” ujar Umuh.

Persib Bandung kini berada di posisi yang menuntut konsistensi, dengan hanya empat pertandingan tersisa dalam perburuan gelar juara Liga 1. Umuh berharap tim dapat mengamankan tiga poin penuh di laga melawan PSIM sebagai modal penting menjelang partai berat melawan Persija Jakarta pada pekan ke-32.

“Harus konsentrasi, jangan sampai kita kecolongan, apalagi sampai kalah, memalukan dan sangat menyakitkan,” tambah Umuh. Ia menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa Persib akan tetap fokus dan berjuang keras untuk meraih poin maksimal.

🔖 Baca juga:
Klasemen Persib Semakin Ketat: Borneo FC Mencuri Poin, Persib Harus Jaga Puncak

Kasus tuduhan rasisme ini mencerminkan betapa sensitifnya isu sosial dalam dunia olahraga, namun Umuh Muchtar menegaskan bahwa fakta harus menjadi dasar utama, bukan emosi sesaat setelah kekalahan. Selama periode krusial liga, Persib Bandung tampak lebih memilih untuk menyalurkan energi ke lapangan, mengesampingkan spekulasi yang dianggap tidak berdasar.

Dengan dukungan manajemen dan pemain, serta komitmen untuk menegakkan sportivitas, Persib Bandung bertekad melanjutkan perjuangannya di puncak klasemen. Seiring berjalannya kompetisi, sorotan publik kemungkinan akan tetap mengamati bagaimana tim mengelola tekanan, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *