OLAHRAGA

China Raih Gelar ke-12 Thomas Cup 2026 Usai Duel Sengit Mengalahkan Prancis

×

China Raih Gelar ke-12 Thomas Cup 2026 Usai Duel Sengit Mengalahkan Prancis

Share this article
China Raih Gelar ke-12 Thomas Cup 2026 Usai Duel Sengit Mengalahkan Prancis
China Raih Gelar ke-12 Thomas Cup 2026 Usai Duel Sengit Mengalahkan Prancis

GemaWarta – 04 Mei 2026 | Forum Horsens, Denmark menjadi saksi pertarungan dua raksasa bulu tangkis pada Minggu, 3 Mei 2026. Tim China menegaskan dominasinya dengan mengalahkan Prancis 3-1 dalam final Thomas Cup 2026, menambah koleksi trofi menjadi dua belas kali, tertinggal hanya dua gelar dari catatan tertinggi Indonesia.

Partai pembuka menjadi penentu awal. Shi Yu Qi, nomor satu dunia dalam tunggal putra, menghadapi Christo Popov (peringkat ke-4 dunia) dan berhasil merenggut kemenangan setelah pertarungan berlangsung hampir satu setengah jam. Kemenangan Shi Yu Qi membuka skor 1-0 bagi China dan menunjukkan betapa kuatnya pertahanan China di lini tunggal pertama.

🔖 Baca juga:
Timberwolves vs Nuggets: Kemenangan Besar 113-96, McDaniels Buktikan Kata-kata

Prancis tidak menyerah begitu saja. Alex Lanier, yang baru saja menjuarai Orleans Masters 2026, menurunkan levelnya pada partai kedua melawan Li Shi Feng. Lanier berhasil membalikkan keadaan menjadi 1-1 dengan kemenangan dua set lurus, menambah harapan bagi tim Eropa yang mengandalkan tiga tunggal andalannya.

Partai ketiga kembali menjadi arena China. Weng Hong Yang, perwakilan tunggal ketiga, bertemu dengan Toma Junior Popov (peringkat ke-17 dunia). Duel sengit berlanjut hingga tiga set, namun Weng Hong Yang akhirnya mengamankan poin ketiga untuk China, mengembalikan keunggulan menjadi 2-1.

Keunggulan China kini berada pada satu partai lagi. Pada babak ganda putra, pasangan He Ji Ting dan Ren Xiang Yu menurunkan strategi agresif melawan duo Perancis, Eloi Adam dan Leo Rossi. Dalam dua set langsung, He Ji Ting/Ren Xiang Yu menutup skor 2-0, menyegel kemenangan akhir 3-1 untuk China.

🔖 Baca juga:
Mohamed Salah Siap Tinggalkan Liverpool: Ke Mana Langkah Besarnya di Musim Panas Ini?

Prestasi ini menambah catatan gemilang China yang kini memiliki dua belas gelar Thomas Cup, hanya kalah dua gelar dari catatan terbanyak Indonesia (empat belas gelar). Sementara itu, Indonesia mengalami kegagalan terbesar dalam sejarah partisipasinya, tersingkir di fase grup setelah kalah 1-4 dari Prancis pada Grup D.

Keberhasilan Prancis menembus final untuk pertama kalinya menjadi sorotan tersendiri. Trio Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov menunjukkan kualitas yang mampu menyaingi tim tradisional kuat seperti Indonesia, Jepang, dan India. Meskipun akhirnya harus menelan kekalahan, pencapaian ini menandai era baru bagi bulu tangkis Prancis.

Berikut ringkasan hasil pertandingan final:

🔖 Baca juga:
Rayo Vallecano vs Strasbourg: Kejutan Besar di Vallecas, Dukungan Palestina, dan Kembalinya Alvaro García
  • Partai 1 – Tunggal Putra: Shi Yu Qi (China) vs Christo Popov (Prancis) – 3-0 (21-11, 21-9)
  • Partai 2 – Tunggal Putra: Alex Lanier (Prancis) vs Li Shi Feng (China) – 2-0 (21-16, 21-18)
  • Partai 3 – Tunggal Putra: Weng Hong Yang (China) vs Toma Junior Popov (Prancis) – 2-1 (21-19, 19-21, 21-17)
  • Partai 4 – Ganda Putra: He Ji Ting / Ren Xiang Yu (China) vs Eloi Adam / Leo Rossi (Prancis) – 2-0 (21-15, 21-13)

Para pemain China menegaskan keunggulan mereka dalam ranking dunia dan catatan head‑to‑head melawan lawan-lawan utama, namun tidak ada yang menganggap kemenangan ini datang mudah. Persaingan sengit pada tiga partai tunggal menunjukkan bahwa Prancis mampu menantang dominasi China, meski pada akhirnya kalah.

Reaksi setelah laga mengalir deras. Pelatih tim China, Liu Yong, memuji ketangguhan mental pemainnya, sementara kapten tim Prancis, Christo Popov, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian sejarah bagi bulu tangkis negaranya. Kedua tim berjanji akan terus mengembangkan bakat muda demi persaingan yang lebih ketat pada edisi berikutnya.

Dengan gelar ke-12 ini, China memperkuat posisinya sebagai kekuatan utama dalam Thomas Cup, sementara Prancis menatap masa depan dengan optimisme, berharap dapat kembali menggapai puncak pada turnamen selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *