Daerah

Drama Tragis di Pantai Payangan: Pemancing Tenggelam Payangan Ditemukan Meninggal Setelah Lima Hari Pencarian

×

Drama Tragis di Pantai Payangan: Pemancing Tenggelam Payangan Ditemukan Meninggal Setelah Lima Hari Pencarian

Share this article
Drama Tragis di Pantai Payangan: Pemancing Tenggelam Payangan Ditemukan Meninggal Setelah Lima Hari Pencarian
Drama Tragis di Pantai Payangan: Pemancing Tenggelam Payangan Ditemukan Meninggal Setelah Lima Hari Pencarian

GemaWarta – 04 Mei 2026 | Tim SAR gabungan berhasil menemukan tubuh seorang pemancing yang tenggelam di Pantai Payangan, Kabupaten Jember, pada Minggu 3 Mei 2026, lima hari setelah ia dilaporkan hilang.

Korban dipastikan bernama Moh Ali Makrus, berusia 33 tahun, warga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Ia bersama dua orang temannya sedang memancing di kawasan belakang Teluk Love ketika ombak tiba‑tiba mengamuk.

🔖 Baca juga:
Sinergi Pemprov-Pemkot Bandung: Kolaborasi Kembalikan Kharisma Kota yang Hilang

Menurut keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, saat ombak mulai membesar rekan‑rekannya mengajak Ali melompat ke tempat yang lebih aman. Namun Ali tidak sempat bergerak dan tertimpa gelombang besar yang menghantamnya dari belakang.

Rekan‑rekannya berusaha menolong, namun kekuatan ombak terlalu besar sehingga Ali hanyut terbawa laut. Ia kemudian hilang dan tidak dapat ditemukan selama lima hari pencarian intensif.

Operasi pencarian dikoordinasikan antara BPBD Jember dan Basarnas Pos Jember. Kedua lembaga membagi tim menjadi dua kelompok; satu tim menyisir perairan dengan perahu LCR milik Basarnas, tim lainnya menggunakan perahu LCR BPBD. Kedua tim menelusuri pantai‑pantai terdekat seperti Papuma, Watu Ulo, dan Payangan.

Cuaca selama pencarian sangat menantang. Tingginya gelombang laut selatan menyebabkan keterlambatan dalam penyisiran dan menambah risiko bagi tim penyelamat. Meski begitu, upaya terus digalakkan tanpa henti.

🔖 Baca juga:
Tegang! Eksekusi Rumah Dinas TNI di Hankam Slipi Memanas, Warga Dapat Perpanjangan Waktu hingga April 2026

Setelah menempuh jarak sekitar 200 meter dari titik hilangnya, tim SAR menemukan jasad Ali tersangkut di celah batu karang. Penemuan tersebut terjadi pada pagi hari, tepat setelah tim melaporkan lokasi terakhir korban.

Proses evakuasi dilakukan dengan hati‑hati. Tim mengangkat jenazah dari karang menggunakan perahu LCR, lalu mengantarkannya ke perahu utama untuk dibawa ke daratan. Jasad korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Ambulu untuk proses administrasi medis akhir.

Setelah serah terima kepada keluarga, Edy Budi Susilo menegaskan bahwa operasi SAR resmi ditutup pada hari kelima pencarian. Semua unsur yang terlibat dipulangkan ke satuan masing‑masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi mereka.

Kejadian ini menambah daftar kecelakaan laut di wilayah selatan Jawa Timur, di mana ombak selatan dikenal kencang dan berbahaya, terutama pada musim hujan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi laut sebelum melakukan aktivitas memancing atau rekreasi pantai.

🔖 Baca juga:
Las Palmas Jadi Pusat Perhatian: Dari Pelayaran Marella hingga Evakuasi Vulkanik di La Palma

Warga Desa Lojejer dan Kecamatan Wuluhan menyatakan duka mendalam atas kehilangan Ali, yang dikenal sebagai sosok yang ramah dan membantu tetangga. Upacara pemakaman dijadwalkan dalam waktu dekat, dengan harapan keluarga dapat menemukan ketenangan.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi para pemancing dan pengunjung pantai di Jember. Pihak berwenang terus meningkatkan sosialisasi tentang bahaya ombak besar serta pentingnya kesiapsiagaan dan penggunaan peralatan keselamatan saat berada di laut.

Dengan penemuan korban pada hari kelima, operasi SAR Payangan resmi ditutup, menandai akhir pencarian yang penuh tantangan namun tetap mengedepankan profesionalisme dan semangat gotong‑royong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *