GemaWarta – 05 Mei 2026 | Kontrak Robert Lewandowski dengan Barcelona akan berakhir pada 30 Juni 2026. Ketidakpastian perpanjangan membuat nama striker asal Polandia ini menjadi sorotan utama dalam dunia transfer sepak bola. Berbagai spekulasi mengalir, mulai dari kemungkinan kepindahan ke Liga Inggris, Amerika Serikat, hingga kembali ke Italia. Namun, satu suara menonjol: mantan striker Inggris Peter Crouch mengusulkan agar Liverpool merekrut Lewangowski secara gratis untuk mengatasi krisis di lini depan mereka.
Saat ini, Lewandowski masih menjadi bagian penting dalam skuat Hansi Flick di Barcelona. Dalam 14 penampilan liga, ia mencatat 13 gol, membantu klub tersebut mendekati gelar La Liga kedua berturut‑turut. Meski begitu, posisinya mulai terancam oleh Ferran Torres yang semakin sering dipercaya sebagai penyerang utama, serta potensi kedatangan Julian Alvarez dari Atletico Madrid yang dapat menurunkan menit bermain Lewandowski.
Di luar tekanan internal, Liverpool sedang menghadapi masalah serius dalam formasi serang. Alexander Isak yang cedera panjang, Hugo Ekitike yang sedang menjalani rehabilitasi pasca operasi Achilles, serta rumor kepindahan Mohamed Salah menambah kerentanan Liverpool dalam kompetisi Liga Inggris. Dalam konteks ini, Crouch menilai Lewandowski sebagai solusi yang “masih dapat mencetak gol meski usianya tidak muda lagi”.
- Pengalaman internasional: Lebih dari 150 gol di level klub dan 70 gol untuk timnas Polandia.
- Kemampuan penempatan: Taktik fleksibel yang dapat beradaptasi dengan sistem Liverpool yang menekankan serangan cepat.
- Kepemimpinan: Pengalaman di Liga top Eropa dapat memberi inspirasi bagi pemain muda Liverpool.
Lewandowski sendiri mengaku santai mengenai situasi kontraknya. Ia menyatakan tidak berada di bawah tekanan dan memberikan dirinya waktu tiga bulan untuk memutuskan langkah selanjutnya. “Jika usia saya masih 30 atau lebih muda, mungkin rasanya berbeda,” ujarnya, menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangannya.
Sementara itu, Barcelona tampaknya menyiapkan rencana pengganti. Klub Spanyol tersebut telah mengincar Julian Alvarez sebagai opsi penyerang utama, yang sekaligus dapat memperkecil peluang Lewandowski untuk tetap menjadi starter. Jika Alvarez resmi bergabung, kemungkinan besar Lewandowski akan melihat waktu bermainnya berkurang drastis.
Spekulasi lain menyebutkan Lewandowski dapat mengikuti jejak Lionel Messi dan Luis Suárez ke Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, sebuah langkah yang tidak hanya menawarkan tantangan baru tetapi juga peluang komersial yang menggiurkan. Namun, bagi banyak pengamat, kepindahan ke Premier League tetap menjadi pilihan yang lebih menantang secara kompetitif.
Jika Liverpool berhasil mengamankan Lewandowski secara gratis, mereka tidak hanya mengisi kekosongan di lini depan, tetapi juga menambah kedalaman skuad yang dapat bersaing di Liga Champions. Namun, aspek finansial tetap menjadi pertimbangan; Liverpool harus mengelola gaji pemain senior dengan hati‑hati mengingat batas keuangan yang ketat.
Secara keseluruhan, masa depan Robert Lewandowski masih terbuka lebar. Pilihan antara Premier League, MLS, atau tetap di Barcelona akan sangat dipengaruhi oleh ambisi pribadi, kondisi fisik, serta strategi klub yang bersangkutan. Bagi Liverpool, kesempatan merekrut pemain kelas dunia secara gratis dapat menjadi langkah berani yang mengubah dinamika kompetisi di Liga Inggris.
Dengan kontrak yang akan berakhir dalam hitungan bulan, keputusan akhir akan segera terungkap, dan dunia sepak bola menantikan bagaimana langkah selanjutnya bagi salah satu penyerang paling produktif generasi ini.











