OLAHRAGA

Jose Mourinho: Sang “Ape” Tak Pernah Kalah Tapi Masih Gagal Juara

×

Jose Mourinho: Sang “Ape” Tak Pernah Kalah Tapi Masih Gagal Juara

Share this article
Jose Mourinho: Sang "Ape" Tak Pernah Kalah Tapi Masih Gagal Juara
Jose Mourinho: Sang "Ape" Tak Pernah Kalah Tapi Masih Gagal Juara

GemaWarta – 05 Mei 2026 | Jose Mourinho, yang sering dijuluki “Ape” karena gaya kepemimpinannya yang tegas dan tak kenal kompromi, telah menorehkan rekor menakjubkan dalam kariernya. Sejak debutnya di dunia sepak bola, Mourinho hampir tidak pernah mengalami kekalahan di laga-laga penting, namun keberhasilannya mengumpulkan trofi utama masih menjadi pertanyaan yang menggantung di benak para penggemar.

Karier Mourinho dimulai di Portugal, namun namanya benar-benar melejit setelah ia mengangkat gelar Liga Portugal bersama FC Porto pada 2002-2003. Keberhasilan tersebut membuka jalan bagi pelatih asal Portugal ini menembus panggung terbesar, yakni Liga Inggris, La Liga, dan Serie A. Di Chelsea, Mourinho mencatatkan tiga gelar Premier League (2004-05, 2005-06, 2014-15) serta satu FA Cup, menjadikannya salah satu pelatih paling dominan di era modern.

🔖 Baca juga:
Kiandra Ramadhipa Bikin Kehebohan di Red Bull Rookies Cup 2026: Kemenangan Drama di Jerez yang Membuat Musuhnya ‘Bak Kesetanan’

Namun, catatan yang paling menggelitik adalah kegagalannya meraih gelar utama secara konsisten meski timnya sering berada di puncak klasemen. Contohnya, pada musim 2025/26, Manchester United di bawah asuhan interim Michael Carrick berhasil mengalahkan Liverpool dua kali, termasuk kemenangan dramatis 3-2 di Old Trafford yang memastikan tempat di Liga Champions. Kemenangan ini menjadi sorotan karena menandai pertama kalinya United mengalahkan Liverpool dalam double winner sejak 2015/16. Meskipun Carrick memimpin tim meraih hasil luar biasa, Mourinho yang sebelumnya menjabat sebagai manajer United pada 2016-2018 tidak berhasil mengulang prestasi serupa.

Di sisi lain, rival utama Mourinho, Liverpool, juga mengalami pasang surut. Arne Slot, manajer The Reds, mengaku timnya tak berdaya saat melawan United pada pekan ke-35 Premier League, dengan skor akhir 2-3. Slot menilai bahwa kekuatan serangan balik United, khususnya melalui pemain cepat seperti Kobbie Mainoo dan Benjamin Sesko, menjadi faktor penentu. Kekalahan itu menempatkan Liverpool di posisi keempat klasemen, tertinggal enam poin dari United, yang menegaskan betapa pentingnya konsistensi dalam meraih gelar.

Statistik Mourinho memang mengesankan. Berikut adalah daftar utama trofi yang berhasil ia kumpulkan hingga kini:

🔖 Baca juga:
Kalkulasi Matematika Hattrick Juara Liga 1 Persib Pasca Pekan 30: Borneo dan Persija Pekan ke-31 Rugi
  • 2 Liga Champions (Porto 2003/04, Inter Milan 2009/10)
  • 3 Premier League (Chelsea 2004/05, 2005/06, 2014/15)
  • 2 Serie A (Inter Milan 2009/10, 2019/20)
  • 2 La Liga (Real Madrid 2011/12, 2016/17)
  • 1 FA Cup, 2 League Cup, 1 Coupe de France, dan sejumlah trofi domestik lainnya

Meski memiliki koleksi trofi yang melimpah, Mourinho belum pernah berhasil membawa timnya menjadi juara di semua kompetisi yang diikuti pada satu musim. Contohnya, pada musim 2020/21 bersama Tottenham Hotspur, meski klub tersebut menempati posisi empat besar di Premier League, mereka gagal lolos ke final Liga Champions dan kalah di final FA Cup. Kegagalan serupa juga terjadi di Roma pada 2022/23, di mana meskipun tim berada di puncak Serie A, mereka tersingkir di fase semifinal Liga Champions.

Beberapa analis berpendapat bahwa pendekatan Mourinho yang sangat mengandalkan taktik defensif dan mentalitas “tidak terkalahkan” kadang membuat timnya kesulitan beradaptasi pada fase akhir kompetisi, terutama ketika lawan mampu mengeksploitasi transisi cepat. Hal ini terlihat pada laga United vs Liverpool, di mana gol-gol penentu muncul dari serangan balik cepat dan set-piece, area yang memang menjadi kekuatan United di bawah Carrick.

Selain itu, kebijakan transfer Mourinho yang terkadang kontroversial juga menjadi faktor. Keputusan membawa pemain-pemain besar dengan harapan mereka langsung beradaptasi tidak selalu membuahkan hasil. Contoh terbaru adalah keputusan Manchester United pada 2025 untuk merekrut Harry Maguire kembali, yang meski memberikan kontribusi penting dalam duel melawan Liverpool, namun tidak cukup untuk mengangkat tim meraih gelar utama.

🔖 Baca juga:
Persib vs PSIM: Live Streaming Eksklusif di Vidio Siapkan Drama Klasemen Liga Super 2026

Kesimpulannya, Jose Mourinho tetap menjadi figur yang menakjubkan dengan catatan hampir tak terkalahkan dalam banyak pertandingan penting. Namun, pola kegagalan dalam mengamankan gelar utama, baik domestik maupun internasional, menunjukkan bahwa konsistensi pada puncak kompetisi masih menjadi tantangan besar baginya. Dengan dinamika sepak bola yang terus berubah, masa depan Mourinho masih terbuka, namun pertanyaannya tetap: akankah “Ape” ini akhirnya berhasil menggapai trofi yang selama ini ia kejar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *