GemaWarta – 05 Mei 2026 | Maarten Paes, kiper Timnas Indonesia yang kini memperkuat Ajax Amsterdam, kembali menjadi sorotan publik setelah pertandingan pekan ke-32 Eredivisie melawan PSV Eindhoven berakhir dengan skor imbang 2-2. Pertandingan yang digelar di Stadion Johan Cruyff Arena pada dini hari 3 Mei 2026 menyajikan drama sejak menit pertama, menempatkan Paes di tengah perdebatan antara pujian atas aksi penyelamatan dan kritik tajam atas kesalahan penguasaan bola.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi; hanya 35 detik berlalu, Ricardo Pepi berhasil mencetak gol cepat lewat sundulan setelah menerima umpan lemparan dalam dari Yarek Gasiorowski. Paes tampak kehilangan konsentrasi dan gagal menahan bola, sehingga gol pertama PSV tercatat dalam statistiknya. Sepuluh menit kemudian, Ajax berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Anton Gaaei yang memanfaatkan umpan terobosan Mika Godts.
Namun PSV kembali unggul pada menit ke‑77 melalui Myron Boadu, menambah tekanan pada pertahanan Ajax dan menempatkan Paes kembali di bawah sorotan kritis. Di menit akhir tambahan waktu, Mika Godts menorehkan gol penyeimbang yang memastikan hasil akhir 2-2, menyelamatkan Ajax dari kekalahan. Hasil ini menjaga posisi klub di peringkat keempat klasemen dengan 55 poin, selisih tipis satu poin dari NEC Nijmegen yang berada di posisi ketiga.
Setelah laga selesai, sejumlah analis dan mantan pemain menyoroti penampilan Paes. Hugo Borst, analis ESPN Nederland, menilai bahwa kiper berusia 27 tahun tersebut terlalu sering kehilangan bola tanpa alasan yang jelas, menambahkan bahwa “sangat memalukan jika nama Anda Paes dan Anda kehilangan bola seperti ini”. Borst juga mengkritik keputusan Ajax merekrut Paes, menyebutnya sebagai pemain yang seharusnya tidak dibutuhkan. Di sisi lain, Paes baru-baru ini dinobatkan sebagai kiper terbaik pada PSSI Awards 2026, berkat konsistensinya bersama klub dan timnas.
Statistik Paes di Ajax mencatat sembilan penampilan dengan sembilan gol kebobolan dan empat clean sheet. Meskipun angka kebobolan terkesan tinggi, kualitas penyelamatan yang ditunjukkannya di beberapa pertandingan tetap diakui. Dengan hanya dua laga tersisa di musim ini, Ajax harus meraih kemenangan melawan FC Utrecht pada 10 Mei 2026 dan menutup musim melawan SC Heerenveen pada 17 Mei 2026 untuk mempertahankan peluang lolos langsung ke Liga Champions. Jika berhasil, Paes akan menjadi salah satu kiper Asia pertama yang berkompetisi di kompetisi klub paling bergengsi di Eropa.
Berikut ringkasan performa dan prospek Paes serta Ajax menjelang akhir musim:
- Penampilan Paes di Ajax: 9 pertandingan, 9 gol kebobolan, 4 clean sheet.
- Statistik tim: 55 poin, peringkat 4, selisih 1 poin dari posisi otomatis lolos ke Liga Champions.
- Pertandingan tersisa: vs FC Utrecht (10/5/2026) dan vs SC Heerenveen (17/5/2026).
- Target: Menang dua laga untuk mengamankan posisi tiga atau lebih tinggi.
- Kritik: Kehilangan bola dan keputusan perekrutan yang dipertanyakan oleh analis Belanda.
Meski berada di tengah kritik, Paes tetap menjadi figur penting bagi Ajax dan Timnas Indonesia. Performa konsisten di lapangan dan kemampuan bangkit setelah kesalahan menjadi kunci bagi tim untuk mempertahankan ambisi mereka di Liga Champions musim depan.











