GemaWarta – 07 Mei 2026 | Sabtu malam, Real Betis menorehkan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Real Oviedo dalam laga pekan ke-34 LaLiga 2025/26. Pertandingan yang berlangsung di Benito Villamarín tidak hanya menyuguhkan tiga gol, melainkan juga sorotan khusus pada penampilan Juan Camilo “El Cucho” Hernández serta insiden fisik yang memicu perdebatan di kalangan pengamat. Kedua peristiwa itu menambah warna pada duel Betis vs Real Oviedo dan memperkuat posisi Betis di papan lima klasemen.
Hernández membuka skor pada menit ke-22 lewat tembakan keras setelah rangkaian serangan kolektif. Gol kedua tercipta pada menit ke-58, ketika ia berhasil menyalip bek Oviedo dan memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri. Kedua gol tersebut membawa total pencetakannya menjadi sepuluh gol musim ini, menjadikannya salah satu penyerang teratas Betis. Penampilannya tidak luput dari apresiasi: Sofascore menilai ia dengan skor 8,9, menempatkannya di posisi ketiga terbaik pada hari itu, sekaligus mengantarkannya masuk dalam once ideal LaLiga pekan ke-34.
Berikut adalah susunan once ideal yang diumumkan oleh Sofascore, termasuk Hernández sebagai salah satu penyerang:
| Posisi | Pemain | Skor |
|---|---|---|
| Penjaga Gawang | A. Valles | 8,3 |
| Bek Kiri | G. Suazo | 8,5 |
| Bek Tengah | K. Salas | 8,0 |
| Bek Tengah | D. Huijsen | 7,8 |
| Bek Kanan | J. A. Carmona | 7,4 |
| Gelandang Tengah | O. Sancet | 8,0 |
| Gelandang Tengah | N. Williams | 8,8 |
| Gelandang Sayap | E. Ezzalzouli | 8,6 |
| Gelandang Sayap | N. Pépé | 9,8 |
| Penyerang | Vinícius Jr. | 10 |
| Penyerang | C. Hernández | 8,9 |
Keberhasilan Hernández tidak hanya meningkatkan ambisi pribadi, melainkan juga memperkuat harapan Betas untuk menembus empat besar dan mengamankan tiket ke Liga Champions. Saat ini, klub Seville berada di posisi kelima dengan 53 poin, hanya selangkah dari zona empat besar.
Sementara sorotan utama berpusat pada serangan, insiden kontroversial melibatkan Abdelhamid Amrabat menambah perdebatan taktik. Pada menit ke-38, Amrabat melakukan tekel keras terhadap Thiago Fernández dari Real Oviedo. Meskipun bola sudah berada di luar garis gawang, wasit memutuskan corner, bukan penalti. Tim pengawas pertandingan (CTA) menegaskan bahwa keputusan teknis sudah tepat karena bola tidak dalam permainan, namun mengkritik intensitas tekel yang seharusnya mendapat kartu merah karena dianggap permainan brutal serius.
Ketegangan ini menimbulkan protes dari pelatih Oviedo dan komentar tajam dari analis lokal yang menilai bahwa VAR seharusnya memerintahkan tinjauan ulang demi menegakkan disiplin. Kejadian tersebut menyoroti pentingnya konsistensi regulasi dalam situasi di luar arena permainan, sekaligus mengingatkan bahwa tindakan keras tetap dapat dikenai sanksi meski bola tidak aktif.
Melihat ke depan, Real Betis kini mempersiapkan pertemuan krusial melawan Real Sociedad pada tanggal 9 Mei di Stadion Anoeta. Kedua tim bersaing ketat untuk mengamankan posisi lima besar. Betis mengandalkan skuad lengkap yang dipimpin oleh pelatih Manuel Pellegrini, sementara Sociedad berusaha bangkit dari kekalahan tipis melawan Sevilla. Statistik pertemuan terakhir antara kedua klub pada September 2025 berakhir dengan kemenangan Betis 3-1, menambah kepercayaan diri tim Andalusia.
Berikut ringkasan statistik singkat kedua tim menjelang pertandingan:
- Real Betis: 53 poin (13 menang, 14 seri, 7 kalah), selisih gol +11.
- Real Sociedad: 43 poin (11 menang, 10 seri, 13 kalah), selisih gol -1.
Jika Betis berhasil mempertahankan performa ofensif seperti pada Betis vs Real Oviedo, peluangnya untuk menutup musim dengan tiket Liga Champions meningkat signifikan. Namun, tantangan defensif tetap menjadi sorotan, mengingat Sociedad mampu mencetak delapan gol dalam lima pertandingan terakhir.
Secara keseluruhan, laga Betis vs Real Oviedo tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Betis, melainkan juga menegaskan peran krusial Hernández dalam agenda gol dan menimbulkan perdebatan taktik lewat tekel Amrabat. Kedepannya, mata publik akan tertuju pada duel melawan Real Sociedad, di mana setiap poin dapat menentukan nasib klub di panggung Eropa.











