GemaWarta – 09 Mei 2026 | Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap 108 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) pada Mei 2026. Mutasi ini dilakukan guna mengganti sejumlah kepala kepolisian daerah (kapolda) dan pejabat utama markas besar (PJU mabes). Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, mengatakan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan karier dan penguatan organisasi di tubuh Polri.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujar Irjen Pol. Johnny dalam keterangannya.
Dalam mutasi kali ini, tercatat sebanyak 108 personel mengalami pergeseran jabatan yang terdiri atas promosi, pergeseran jabatan setara (flat), selesai pendidikan, hingga memasuki masa pensiun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 91 personel masuk dalam kategori promosi dan flat jabatan. Mutasi meliputi sejumlah posisi strategis di Mabes Polri maupun kewilayahan.
Johnny berharap pergantian jabatan di lingkungan Polri dapat memperkuat pelaksanaan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. “Polri terus berkomitmen melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi agar semakin adaptif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.
Salah satu posisi penting yang berganti adalah Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri yang kini dijabat oleh Komisaris Jenderal Polisi Panca Putra. Sementara itu, terdapat sembilan kapolda yang mengalami pergantian jabatan, yakni Kapolda Sumatera Barat, Kapolda Kalimantan Utara, Kapolda Jawa Barat, Kapolda Kalimantan Barat, Kapolda Maluku Utara, Kapolda Nusa Tenggara Barat, Kapolda Bengkulu, Kapolda Sulawesi Tenggara, dan Kapolda Sulawesi Tengah.
Mutasi juga menyentuh sejumlah jabatan kapolres di wilayah strategis, termasuk Kapolres Metro Depok dan Kapolresta Pangkal Pinang. Selain rotasi jabatan, Polri juga mencatat sejumlah promosi kepangkatan. Sebanyak 16 personel dipromosikan ke golongan Irjen Pol, 43 personel naik menjadi Brigjen Pol, serta 16 personel mendapat promosi ke Kombes Pol.
Dalam mutasi kali ini, satu polisi wanita (polwan) juga mendapat promosi jabatan strategis. Brigjen Pol Sagung Dian Kartini dipercaya menjabat sebagai Karolemtala Stamarena Polri. Johnny menegaskan mutasi ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memperkuat regenerasi kepemimpinan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kapolda NTB yang baru, Irjen Kalingga Rendra Raharja, sebelumnya menjabat sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri. Pengalamannya di bidang pembinaan masyarakat diharapkan dapat memperkuat stabilitas keamanan di wilayah NTB, terutama dalam menghadapi agenda-agenda nasional maupun internasional yang kerap digelar di provinsi tersebut.
Irjen Edy Murbowo yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda NTB digantikan oleh Irjen Kalingga Rendra Raharja. Keputusan mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026. Kabid Humas Polda NTB, Kombes Polisi Mohammad Kholid, mengonfirmasi kabar pergantian pucuk pimpinan di wilayah hukum NTB tersebut.
Rotasi ini dilakukan lantaran Irjen Edy Murbowo telah memasuki masa purna tugas atau pensiun. Sebagai bagian dari proses transisi, Irjen Edy kini bertugas sebagai Pati Polda NTB dalam rangka persiapan pensiun.
Kesimpulan, mutasi besar-besaran yang dilakukan oleh Polri ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Dengan adanya rotasi jabatan ini, diharapkan pula dapat meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat dan memperkuat regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri.











