GemaWarta – 10 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran masih berlaku, meskipun kedua negara saling serang di Selat Hormuz baru-baru ini. Trump menilai serangan-serangan Teheran terhadap kapal-kapal perang Washington sebagai “hal sepele”.
Saat ditanya wartawan apakah gencatan senjata AS dan Iran masih berlaku meskipun ada serangan, Trump menjawab: “Iya, masih berlaku.” “Mereka (Iran) mempermainkan kita hari ini. Kita menghancurkan mereka. Mereka mempermainkan kita. Saya menyebut itu hal sepele,” kata Trump.
Gencatan senjata yang diberlakukan sejak 8 April lalu itu telah diperpanjang, secara sepihak oleh Trump, tanpa batas waktu yang ditetapkan. Pusat Komando AS (CENTCOM) mengatakan bahwa pasukan Iran meluncurkan “beberapa rudal, drone, dan kapal-kapal kecil” terhadap tiga kapal perang AS di dekat Selat Hormuz.
CENTCOM mengklaim serangan Teheran itu tidak ada yang mengenai sasaran. Diumumkan juga oleh CENTCOM bahwa pasukan AS “menghilangkan ancaman yang datang dan menargetkan fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab”.
Komando militer pusat Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran dan kapal-kapal lainnya. Teheran juga menuduh Washington menyerang area sipil di Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm di Iran bagian selatan, dengan kerja sama “beberapa negara regional”.
Militer Iran kemudian mengatakan pasukannya “dengan segera dan sebagai balasan, menyerang kapal-kapal militer Amerika”. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pasukannya melancarkan serangan rudal dan drone skala besar terhadap kapal-kapal militer AS di dekat Selat Hormuz.
IRGC menyebut serangannya dilancarkan setelah apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata oleh Washington. Tidak hanya itu, diklaim oleh Iran bahwa penilaian intelijen menunjukkan sejumlah kapal militer AS mengalami “kerusakan signifikan” dan tiga kapal perusak AS lainnya mundur dari area Selat Hormuz usai serangan tersebut.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump buka suara usai tentara AS menyerang kapal tanker Iran di Selat Hormuz. Trump mengatakan serangan itu sebagai bentuk balasan. Trump menyebut Iran lebih dahulu menyerang tiga kapal militer AS yang tengah melintas di perairan Hormuz.
Trump mengatakan serangan itu memantik respons balasan dari tentara AS. “Tiga Kapal Perusak Amerika Kelas Dunia baru saja melintasi Selat Hormuz dengan sangat sukses, di bawah tembakan. Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal perusak tersebut, tetapi kerusakan besar terjadi pada penyerang Iran,” tulis Trump.
Kedua negara masih dalam fase gencatan senjata sejak diterapkan pada 7 April 2026 lalu. Namun demikian, kedua negara tetap terlibat saling serang. Perselisihan kedua negara di tengah gencatan senjata dimulai oleh AS. Pihak Iran menuding AS melanggar kesepakatan gencatan senjata setelah menyerang kapal tanker milik Iran.
Pihak Iran mengatakan AS telah menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran yang bergerak dari perairan pesisir Iran di wilayah Jask menuju Selat Hormuz, serta kapal lain yang memasuki Selat Hormuz di seberang Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab. Pihak Iran dalam sebuah pernyataan yang dikutip televisi pemerintah mengatakan AS juga melakukan serangan di tempat lain di selatan.
Iran menyebut AS bekerja sama dengan beberapa negara di kawasan itu. Keterangan komando pusat militer Iran mengatakan pasukan Iran telah menyerang kapal-kapal militer AS sebagai tindakan balasan. Dilansir BBC, kantor berita Iran, Fars, melaporkan bahwa beberapa ledakan juga terdengar di dekat kota Bandar Abbas, Iran.
Fars menyatakan bahwa asal dan lokasi pasti suara tersebut masih belum diketahui. Laporan dari Fars menambahkan bahwa investigasinya menunjukkan adanya “baku tembak” antara angkatan bersenjata Iran dan “musuh”, dengan bagian komersial dermaga di Qeshm – pulau terbesar di Teluk – menjadi “target”. Sementara itu, kantor berita Tasnim mengatakan beberapa ledakan terdengar di dekat Pulau Qeshm dan Bandar Abbas.
Tasnim juga mengatakan masih belum ada informasi pasti, tetapi menambahkan bahwa beberapa sumber mengatakan suara tersebut terkait dengan operasi Angkatan Laut IRGC yang tengah memperingatkan beberapa kapal tentang jalur yang tidak sah melalui Selat Hormuz. Ledakan juga terdengar di Teheran, menurut media lokal.
Kedua negara tetap dalam fase gencatan senjata, namun perselisihan dan serangan terus terjadi. Gencatan senjata yang diberlakukan sejak 8 April lalu itu telah diperpanjang, secara sepihak oleh Trump, tanpa batas waktu yang ditetapkan.
Dalam situasi ini, penting untuk memantau perkembangan dan meningkatkan upaya diplomatis untuk menghindari eskalasi konflik. Kedua negara perlu bekerja sama untuk mencapai kesepakatan yang langgeng dan menghormati gencatan senjata yang telah disepakati.











